Info Prodi
Rabu, 26 Jun 2024
  • 2 dari 8 Alasan Anak SMK & MAK Perlu Lanjut Kuliah di Prodi Teknik Elektro ITI: 1) Nggak perlu hebat dulu untuk bisa kuliah di sini, 2) Biaya kuliah bisa nyicil per bulan (bunga 0%).
23 Desember 2023

Mengenal Konsep Dasar Cloud Computing (Komputasi Awan)

Sabtu, 23 Desember 2023 Kategori : Artikel Ilmiah

Dalam artikel ini dibahas konsep dasar apa itu cloud computing (komputasi awan) dan karakteristiknya, baik dari pandangan konsumen maupun sisi bisnis komputasi awan. Dibahas pula model layanan komputasi awan serta peraturan pemerintah dalam perizinan komputasi awan (cloud computing).

Pendahuluan

Cloud computing / komputasi awan akhir-akhir ini booming, apalagi setelah masa pandemi berlalu. Orang-orang seperti “dipaksa” membuka wawasan mereka tentang cloud ketika pandemi beberapa tahun lalu sehingga pengguna cloud / internet yang semula berada di seputar kantor, kampus, sekolah dan tempat publik, setelah pandemi bergeser ke perumahan, tempat tinggal dan pemukiman (Indonesia, 2020). Penggunaan “awan” tersebut ketika itu banyak digunakan untuk work from home (wfh) atau pun sekolah online. Hal ini pula yang mendorong Kementrian Kominfo untuk meminta penyedia jaringan internet agar menambah kapasitas dan tentu juga infrastruktur mereka agar mampu melayani peningkatan trafik yang ketika itu diperkirakan naik sekitar 40%.

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa penggunaan cloud / internet telah menembus angka di atas 200 juta pengguna. Walaupun pandemi sudah berlalu tetapi ternyata kedekatan masyarakat dalam menggunakan cloud tidak berkurang bahkan terus meningkat (Liputan6, 2022). Seperti yang dilansir oleh laman Liputan6.com akhir tahun lalu di mana cloud computing telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari. Masyarakat Indonesia sepertinya telah merasakan kelebihan dan keunggulan dari komputasi awan tersebut dan lebih mempercayainya sehingga kecenderungan penggunaan cloud terus meningkat. Gambar 1 menunjukkan data pengguna cloud / internet dari tahun 2018 – 2022 yang dapat menjadi motivasi bagi pebisnis komputasi awan untuk memulai atau pun mengembangkan bisnisnya dalam berbagai sektor.

1 Jumlah Pengguna Cloud Di Indonesia 2022

Sumber gambar: Annur (2022)

Gambar 1. Jumlah pengguna Internet/cloud di Indonesia tahun 2018-2022

Semua hal tersebut mendorong ditulisnya artikel ini untuk memberikan pemahaman dasar tentang komputasi awan/cloud computing secara mudah yang dapat dimanfaatkan oleh orang-orang yang mungkin tidak terlalu mengikuti perkembangan komputasi awan tersebut. Peluang-peluang baru diharapkan dapat terbuka bagi orang-orang yang mungkin selama ini tidak berkaitan dengan teknologi cloud secara langsung, namun dengan terbukanya pemahaman komputasi awan tersebut dapat mendorong yang bersangkutan untuk memulainya.

Materi yang akan dibahas dalam bab ini meliputi definisi dasar dari cloud computing/komputasi awan tersebut. Lalu setelah memahami definisi dasar tersebut baru pembaca diarahkan kepada karakteristik komputasi awan baik dari pandangan konsumen maupun dari sisi bisnisnya. Selanjutnya pembaca akan diberikan pengetahuan tentang model pelayanan komputasi yang umum diberikan saat ini. Lalu pembaca diberikan tentang batasan peraturan pemerintah dalam perizinan penyedia jasa komputasi awan.

Apa itu Cloud Computing / Komputasi Awan?

Sebelum terjun dalam bisnis komputasi awan maka sebaiknya pahami dulu apa itu cloud computing / komputasi awan. Komputasi awan / cloud computing adalah kumpulan dari berbagai perangkat / sistem komputer yang terintegrasi menjadi satu atau saling terhubung dalam suatu jaringan yang dapat digunakan oleh pihak lain/luar secara on-demand service (ODS) melalui suatu network (jaringan) yang bersifat private (pribadi) maupun public (publik/umum) (Rumetna, 2018).

Kumpulan berbagai perangkat tersebut memang bisa saja berada di suatu tempat ataupun dimiliki oleh suatu pihak, namun bisa juga berada di berbagai tempat serta dimiliki oleh berbagai orang/perusahaan yang bekerja sama untuk menyediakan jasa komputasi awan tersebut. Mungkin yang mudah dikenal saat ini yaitu aplikasi MyPertamina yang digunakan oleh masyarakat untuk membeli bahan bakar bersubsidi.

Pada Gambar 2 menunjukkan adanya pihak lain yaitu “LinkAja” yang berkerja sama dengan Pertamina dalam melayani masyarakat yang menggunakan aplikasi tersebut. Dalam aplikasi tersebut tentu BUMN Pertamina harus memiliki kerjasama dengan PT Fintek Karya Nusantara sebagai provider komputasi awan LinkAja agar dapat mewujudkan pelayanan kepada masyarakat.

2 Aplikasi Mypertamina Di Cloud Awan

Gambar 2. Aplikasi MyPertamina yang bekerja sama dengan LinkAja

Selanjutnya sebagai ciri khas komputasi awan yaitu On Demand Service (ODS), ODS merupakan sebuah pelayanan yang berdasarkan pada permintaan pelanggan atau konsumen. Sehingga jika ada konsumen yang membutuhkan pelayanan maka dapat mengakses pelayanan tersebut. Dan salah satu karakteristik aplikasi ODS yaitu aplikasi/akses tersebut tidak harus aktif secara terus menerus pada perangkat konsumen sehingga konsumen dapat memakai kapan saja dan di mana saja dan dalam waktu tertentu (Weking, 2018).

Walaupun konsumen tidak mengakses secara terus menerus, namun kerja aplikasi tetap berlanjut jika ada update atau pun pengolahan lebih lanjut dapat terus berlangsung pada sisi provider. Hal ini yang mengakibatkan kerja perangkat pada sisi konsumen tidaklah terlalu berat bahkan konsumen dapat membuka beberapa aplikasi komputasi awan secara bersamaan seperti yang diilustrasikan pada Gambar 3.

3 Aplikasi Ods Di Mobile Phone

Gambar 3. Aplikasi ODS dalam mobile phone (telepon pintar) (Harmoni Permata)

Definisi komputasi awan tidak terbatas hanya dalam hal pelayanan di sektor-sektor ekonomi saja seperti jual beli barang, jasa sewa, perbankan dan lain-lain. Tapi juga bisa masuk ke hiburan seperti video on demand, musik dan game, bahkan juga dalam bidang pendidikan dan penelitian.

Baca juga Mengenal Apa Itu Cyber Security (Keamanan Siber)

Karakteristik Komputasi Awan

Karakteristik penting dari komputasi awan yaitu (Rumetna, 2018):

  1. On-demand self service

Selain ODS sebagai ciri khas komputasi awan juga dari sisi bisnis maka bisnis cloud saat ini memiliki karakteristik interaksi secara sistem komputasi sehingga konsumen dapat melakukan pelayanan mandiri (self service). Jadi dalam taraf normal tidak ada melibatkan “pelayanan” oleh individu/orang yang menyediakan jasa layanan tersebut, semua otomatis dilayani oleh sistem komputer yang terintegrasi.

Sehingga sudah umum tampilan muka aplikasi dibuat mudah dipahami dan lengkap untuk semua fitur pelayanan yang disediakan. Hal ini sangat penting dipahami bagi penyedia jasa komputasi awan karena adanya interaksi antara konsumen dengan individu maka akan meningkatkan trafik yang signifikan dan dapat mengakibatkan terhambatnya pelayanan lainnya.

Interaksi ini bisa berupa chat/massage, audio call ataupun video call. Aplikasi cloud biasanya mengatasi ini dengan membuat link pada aplikasi lainnya yang memang dikenal sebagai penyedia jasa komunikasi langsung seperti Whatsapp, Skype dan lain-lain. Ataupun jika dibutuhkan panduan bisa memanfaatkan penyedia jasa untuk video storage seperti Youtube, Facebook dan lain-lain. Hal ini mengakibatkan ketika konsumen membuka link tersebut maka trafik jaringan akan dialihkan ke server luar sehingga tidak mengganggu trafik di server aplikasi. Interaksi individu mungkin “terpaksa” tetap disediakan di mana umumnya untuk melayani komplain/keluhan konsumen.

  1. Broad network access

Kemampuan diakses secara luas merupakan salah satu karakteristik komputasi awan. Memang hal ini didukung oleh berkembangnya software browser dan sistem operasi komputer/perangkat digital yang umumnya ter-install di berbagai perangkat sehingga penyedia jasa komputasi awan tinggal menyesuaikan dengan platform tersebut dan pelayanan dapat berlangsung. Pada komputer / laptop dapat memanfaatkan software browser yang ada sehingga konsumen tinggal membuka link laman aplikasi tersebut. Kecenderungan saat ini untuk installer di komputer memang jarang diminati karena tidak ada pihak ketiga yang menilai kualitas dan keamanan dari aplikasi tersebut. Pada platform Android atau pun iOS milik Apple umumnya memiliki pemrograman khusus agar aplikasi dapat tampil di perangkat-perangkat yang menggunakan sistem operasi tersebut.

Namun seiring dengan kebutuhan berbagai pihak saat ini untuk pembuatan aplikasi-aplikasi tersebut sudah sangat mudah. Sudah cukup banyak pihak yang menyediakan layanan cloud dalam membuat aplikasi baik untuk platform Android maupun IOS tanpa membutuhkan skill dalam coding / pemrograman. Seperti yang disediakan oleh laman Appkey yang sudah menyediakan template untuk berbagai aplikasi, caranya cukup dengan mengedit teks serta melakukan drag dan drop pada tempat yang tersedia (kumparan.com, 2022).

  1. Resource pooling

Penggabungan sumber daya yang dimiliki ataupun yang disewa oleh penyedia jasa merupakan karakteristik komputasi awan. Mulai dari server pemrosesan, kecepatan dan kapasitas jaringan, penyimpanan dan software-software pendukung. Berbagai perangkat ataupun sistem tersebut harus dipastikan dapat berjalan terintegrasi sehingga tidak terjadi kesalahan-kesalahan yang akan berpengaruh pada layanan konsumen.

Memang hal ini membutuhkan pemahaman teknologi jaringan yang memadai, namun penyedia jasa komputasi awan dapat menggunakan jasa instalasi dan monitoring oleh berbagai penyedia jasa IT (teknologi informasi) yang ada. Tapi lain halnya jika software yang digunakan bersifat khusus yang memang bukan software yang umum digunakan pada layanan cloud computing. Seperti untuk desain teknik, 3 Dimensi, perhitungan-perhitungan teknik yang cukup rumit ataupun game yang cukup rumit dan membutuhkan software dan server khusus. Untuk layanan cloud seperti itu maka tidak ada pilihan lain, penyedia jasa layanan harus memahami integrasi semua sistem yang ada agar layanan cloud dapat dijalankan dengan baik.

  1. Rapid elasticity

Kemampuan/kapasitas layanan yang elastis/fleksibel juga menjadi karakter komputasi awan saat ini sehingga biaya yang dikeluarkan konsumen bergantung pada kemampuan/kapasitas yang diminta olehnya, jika besar maka biaya akan menjadi besar dan sebaliknya jika kecil maka biaya akan menjadi kecil. Hal ini juga yang mendorong munculnya komputasi awan yang merupakan “kebalikan” dari komputasi pribadi/standalone yang umumnya biayanya cukup mahal. Karena komputasi komputasi pribadi memiliki kapasitas sangat besar mulai dari waktu, kuota dan lain-lain, yang memang dimiliki oleh pribadi.

Jadi jika boleh diibaratkan, komputasi awan dalam hal ini seperti penyedia jasa rental sepeda, kalo sepeda milik pribadi maka tentu si pemilik memiliki kapasitas layanan sangat besar walaupun mungkin yang bersangkutan tidak selalu menggunakan sepeda tersebut. Sedangkan pada layanan jasa rental sepeda maka konsumen bisa memesan layanan dalam waktu tertentu saja, atau bisa juga konsumen meminta layanan jenis “sepeda” tertentu yang akan digunakan. Biaya rental sepeda tersebut tentu akan jauh di bawah biaya jika membeli sepeda.

  1. Measured service

Pengukuran layanan yang telah diberikan juga telah menjadi salah satu karakter yang ada pada suatu aplikasi komputasi awan. Hal ini tentu ada kaitan dengan biaya yang dikeluarkan oleh konsumen sehingga konsumen harus mengetahui terus (real time) jumlah layanan yang telah mereka gunakan selama ini. Hal ini bisa berupa waktu penggunaan, kuota yang telah terpakai atau yang tersisa, jenis layanan yang sudah digunakan/aktif dan lain-lain.

Bersambung ke bagian 2….Model Layanan dan Peraturan Perizinan Komputasi Awan (Cloud Computing)

Disadur dari:

Kamal, E. (2023). Konsep Dasar Cloud Computing. Di dalam: Bairizki, A.(Ed.) Pengantar Bisnis (Respons Dinamika Era Digital). Seval Literindo Kreasi (Penerbit SEVAL), Lombok Barat.

Keterangan:

Penulis Bab “Konsep Dasar Cloud Computing” dalam buku tersebut adalah Ir. Edwin Kamal, ST, M.Eng.Sc., IPM yang juga dosen tetap Prodi Teknik Elektro Institut Teknologi Indonesia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar