Info Prodi
Rabu, 26 Jun 2024
  • 2 dari 8 Alasan Anak SMK & MAK Perlu Lanjut Kuliah di Prodi Teknik Elektro ITI: 1) Nggak perlu hebat dulu untuk bisa kuliah di sini, 2) Biaya kuliah bisa nyicil per bulan (bunga 0%).
18 Februari 2023

Mengenal Jurusan Teknik Elektro dan Prospek Kerja Lulusan Teknik Elektro

Sabtu, 18 Februari 2023 Kategori : Tips Studi

Teknik Elektro (Electrical Engineering) disebut juga Teknik Listrik / Elektronika. Jurusan atau program studi ini adalah bagian dari bidang teknik (engineering) yang mempelajari, mendesain dan mengaplikasikan komponen dan sistem yang memanfaatkan listrik (electricity), elektronika (electronics) dan electromagnetism.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengenai Jurusan Teknik Elektro dan prospek kerja lulusan Teknik Elektro serta program profesi Teknik Elektro:

  1. Yang Dipelajari Di Jurusan Teknik Elektro

Sebagai mahasiswa di Jurusan Teknik Listrik (Teknik Elektro) kamu akan mempelajari rangkaian listrik (circuit theory), yakni interaksi antara berbagai komponen listrik seperti resistor, capacitor, diode, transistor dan inductor dalam suatu rangkaian listrik.

Semakin tinggi semestermu, kamu akan mempelajari berbagai sub bidang Teknik Elektro (atau yang sering disebut sebagai peminatan) seperti Teknik Tenaga Listrik (Power Engineering), Kontrol (Control Engineering), Elektronika (Electronics), Telekomunikasi (Telecommunications) dan lain sebagainya.

Meskipun demikian, di awal-awal semester kuliah kamu akan mendapatkan mata kuliah – mata kuliah  yang bisa memperkuat kemampuan matematis (numerical skills) kamu, seperti Matematika, Matematika Teknik, Kalkulus dan Metode Numerik. Juga berbagai konsep dan ilmu dasar yang terkait dengan Teknik Elektro seperti Fisika, Kimia, Bahan Listrik dan mata kuliah terkini seperti Transformasi Digital agar kalian tidak kudet (seperti yang diterapkan oleh Prodi Teknik Elektro Institut Teknologi Indonesia)

Baca juga: 8 Alasan Mengapa Anak SMK, MA IPA dan MAK Harus Kuliah di Teknik Elektro ITI

Setelah itu, di Semester 5 kamu bisa mengambil Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan pengakuan hingga 20 SKS mata kuliah tanpa harus mengikuti perkuliahan di kelas. Bentuknya bisa berupa magang di industri skala nasional maupun internasional yang memiliki kerjasama dengan jurusan, atau dalam bentuk studi independen, kewirausahaan dan lain-lain.

Nah, mulai Semester ke-7 kamu dapat mengambil sejumlah mata kuliah untuk lebih memperdalam sub bidang / peminatan yang kamu ambil. Sebagai contoh, mata kuliah Manajemen Energi atau Inspeksi Peralatan Listrik untuk peminatan Teknik Tenaga Listrik. Atau mata kuliah Internet of Things (IoT), Sistem Cerdas atau Elektronika Kedokteran untuk peminatan Teknik Elektronika Industri. Atau bisa juga kamu tetap melanjutkan dengan mengambil program MBKM sebanyak 20 SKS, karena maksimal program ini dapat dilakukan selama 3 semester.

Pada semester terakhir atau Semester ke-8 kamu biasanya akan mengambil Tugas Akhir / Skripsi. Di sinilah kamu akan menggunakan seluruh pengetahuan Teknik Elektro yang kamu miliki untuk membuat suatu desain alat / rancang bangun alat / simulasi alat / studi kasus.

Kelak setelah lulus, dalam pekerjaanmu sebagai seorang insinyur Teknik Elektro akan memanfaatkan berbagai macam alat pengukuran. Oleh karena itu, cara-cara penggunaan alat ukur analog maupun digital seperti multimeter dan oscilloscope juga dipelajari selama kuliah.  Demikian juga alat-alat seperti spectrum analyzer dan signal generator yang banyak dipakai dalam sub bidang Kontrol, Telekomunikasi (RF Engineering) atau Elektronika.

2. Sub Bidang / Peminatan Teknik Elektro

  • Teknik Tenaga Listrik

Teknik Tenaga Listrik mempelajari persoalan pembangkitan (generation), transmisi (transmission) dan distribusi (distribution) listrik, serta desain berbagai peralatan yang terkait seperti berbagai jenis transformator (transformers), electric generators, electric motors, teknik tegangan tinggi (high voltage engineering) dan elektronika daya (power electronics).

Lulusan sub bidang Teknik Tenaga Listrik akan bekerja dalam bidang desain dan pemeliharaan power grid, yakni jaringan tenaga listrik yang menghubungkan sejumlah generator dan pemakai energi listrik. Sistem tenaga jenis ini dinamakan juga sistem on-grid, karena ada juga sistem tenaga yang bersifat off-grid, yakni jaringan yang tidak terkoneksi dengan power grid.

  • Teknik Kontrol

Teknik Kontrol mempelajari teori kontrol (control theory) serta pemodelan (modeling) berbagai sistem dinamis (dynamic systems) dan desain controllers yang berdampak pada sistem sehingga berperilaku seperti yang kita inginkan.

Untuk mengimplementasikan controllers seperti itu, biasanya digunakan berbagai rangkaian elektronik (electronic circuits), prosesor sinyal digital (digital signal processors), mikrokontroler dan programmbale logic controller (PLC).

Baca juga: Orang dengan Buta Warna Bisa Kuliah di Jurusan Teknik Elektro

Aplikasi sub bidang Kontrol antara lain bisa dijumpai pada bidang penerbangan, yakni mulai dari  sistem propulsi dari maskapai komersial (commercial airliners) hingga kontrol pengemudian (cruise control) di banyak penerapan mobil tanpa supir (automobiles). Juga berperan besar dalam otomasi industri (industrial automation).

Sub bidang ini juga terkait erat dan seringkali juga mempelajari instrumentasi (instrumentation), yakni desain perangkat untuk mengukur tekanan (pressure), aliran (flow), temperature, kelembaban dan besaran lainnya. Terlebih dengan berkembangnya sistem / aplikasi IoT (Internet of Thing) maka instrumentasi lebih berperan sebagai sensor-sensor bagi sistem tersebut. 

  • Teknik Elektronika

Sebelum Perang Dunia II, sub bidang ini disebut sebagai Teknik Radio. Aspek yang dipelajari saat itu adalah terbatas pada komunikasi radar, commercial radio dan televisi masa awal-awal.

Seiring dengan perkembangan perangkat konsumen, setelah PD II mulailah tumbuh studi di bidang televisi modern, komputer dan microprocessors. Lalu pada pertengahan tahun 50-an nama sub bidang ini mulai berubah menjadi Elektronika (Electronic Engineering).

Elektronika mempelajari desain dan pengetesan rangkaian elektronik yang menggunakan komponen-komponen seperti kapasitor, induktor, resistor, dioda dan transistor. Contoh dari rangkaian tersebut adalah tuned circuit atau pneumatic signal conditioner.

Setelah ditemukannya IC (integrated circuit) pada tahun 1959, maka kecepatan rangkaian meningkat drastis, daya yang dikonsumsi semakin mengecil dan ruang yang diapakai juga semakin kecil. Sehingga memungkinkan kemunculan komputer dan perangkat lainnya yang canggih saat ini.

Setelah kemunculan IC, maka berkembanglah sub bidang Microelectronics Engineering yang mempelajari desain dan fabrikasi mikro (micro fabrication) komponen-komponen rangkaian elektronik yang sangat kecil (level microscopic). Selanjutnya tumbuh sub bidang nanoelectronics di mana komponen-komponen dibuat pada skala yang lebih kecil lagi (level nanometer). Perangkat elektronik saat ini sudah banyak yang berada di level nano ini.

Silakan ditonton video mengenai apa itu Teknik Elektro di bawah ini:

3. Prospek Kerja (Profesi) Bidang Teknik Elektro / Keinsinyuran

Di Indonesia, gelar Sarjana Teknik (ST) untuk Jurusan Teknik Elektro biasanya dapat diraih dalam waktu 8 semester bagi lulusan fresh dari SMA/SMK, atau bahkan bisa kurang bila kamu memiliki nilai-nilai hasil kuliah yang bagus sekali selama kuliah sehingga dapat mengambil maksimal 24 SKS per semester (normalnya 20 SKS).

Bisa juga jika kamu lulusan D3 dan melanjutkan ke S1, hanya dibutuhkan 2 semester untuk menyelesaikan S1. Hal ini dimungkinkan karena pengalaman kerja, tugas atau proyek maupun pelatihan dan lain-lain yang kamu lakukan selama bekerja, dapat diklaim untuk diakui dan disetarakan dengan mata kuliah-mata kuliah yang ditawarkan oleh jurusan. Hal itu karena saat ini melalui jalur RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) yang diluncurkan oleh Kemdikbud Dikti, para pekerja dengan latar belakang D3 dapat melanjutkan kuliah dengan minimal 2 semester bisa selesai S1.

Kembali ke peluang kerja setelah lulus S1 Teknik Elektro, kamu bisa bekerja di perusahaan-perusahaan swasta atau di kementerian seperti Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Perindustrian dan lain-lain. Bisa juga ke BUMN, menjadi dosen di perguruan tinggi atau menjadi konsultan atau berwiraswasta.

jika setelah lulus kamu bekerja sesuai bidang, yakni di bidang keteknikan / keinsinyuran elektro maka setelah bekerja selama 2 tahun atau bahkan kurang, kamu harus menempuh Pendidikan Profesi Insinyur untuk membentuk kompetensi keinsinyuran hingga mendapatkan gelar Insinyur. Hal ini sesuai dengan aturan dalam UU Keinsinyuran.

Program Profesi Insinyur itu ditempuh selama 2 semester lewat jalur reguler atau cukup 1 semester lewat jalur RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau). Pendidikan Profesi Insinyur ini diselenggarakan oleh sejumlah perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta yang telah diijinkan oleh Kemendikbud (contohnya adalah Institut Teknologi Indonesia di BSD, Tangerang Selatan ini). Namun kamu bebas memilih tempat pendidikanmu sesuai dengan, misalkan lokasi terdekat dengan rumah atau tempat kerjamu atau pertimbangan-pertimbangan lainnya.

Sebagai perbandingan saja mengenai praktek keinsinyuran di negara lain, setelah seseorang mendapatkan bachelor’s degree (gelar S1) selanjutnya bisa mengambil sertifikasi profesional (professional certification) yang diselenggarakan oleh sejumlah organisasi profesional (professional body).

Untuk mendapatkan sertifikasi itu, seseorang harus memenuhi sejumlah persyaratan (termasuk pengalaman kerja). Begitu sertifikasi berhasil diperoleh, maka ia berhak menyandang titel Professional Engineer (di AS, Kanada dan Afrika Selatan), Chartered Engineer atau Incorporated Engineer (di India, Pakistan, Inggris, Irlandia dan Zimbabwe), Chartered Professional Engineer (di Australia dan New Zealand) atau European Engineer (di negara-negara Uni Eropa).

Sejumlah organisasi profesional keteknikan internasional yang mengeluarkan sertifikasi itu antara lain: International Electrotechnical Commission (IEC), the Institute of Electrical and Electronics Engineer (IEEE) dan Institution of Engineering and Technology (IET, dahulu bernama IEE). 

Demikianlah sedikit pengenalan mengenai Jurusan Teknik Elektro. Semoga bisa memberikan gambaran mengenai calon jurusan yang akan kamu pilih sebagai tujuan kuliah kamu.

Sebagai informasi saja, di Institut Teknologi Indonesia terdapat Program Studi Teknik Elektro yang memiliki 2 peminatan, yakni Teknik Tenaga Listrik (Energi) serta Teknik Elektronika Industri.

Referensi:

[1] https://en.wikipedia.org/wiki/Electrical_engineering

[2] https://el.iti.ac.id

Sumber video:

  1. University of Bath Channel di Youtube

8 Komentar

Epyn
Epyn , Selasa 4 Jul 2023

Terimakasihsangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang teknik elektro

Balas
    admin
    admin , Rabu 5 Jul 2023

    Terima kasih juga sudah berkunjung,kakak

    Balas
Alex
Alex , Senin 28 Agu 2023

Paragraf terakhir: berarti TE ITI hanya mempunyai sub bidang atau peminatan di Teknik Tenaga Listrik dan Teknik Elektronika saja; tidak mempunyai peminatan Teknik Kontrol (PLC). Benar?

Balas
    admin
    admin , Minggu 17 Sep 2023

    Betul sekali, kak. Meskipun demikian, mata kuliah PLC ditawarkan sebagai mata kuliah pilihan bagi kedua peminatan tersebut. Sedangkan mata kuliah lainnya yang terkait Kontrol (Kendali) bisa dilihat di Menu Kurikulum di web ini. Terima kasih atas kunjungannya.

    Balas
ecommerce
ecommerce , Selasa 27 Feb 2024

Wow, wonderful blog format! How lengthy have you ever been running a blog for?
you made blogging glance easy. The full look of your site is fantastic, let alone the content material!

Balas
Lorie
Lorie , Jumat 22 Mar 2024

Pretty! This was an incredibly wonbderful article.
Many thanks for supplying this information.

Balas
Tom
Tom , Senin 1 Apr 2024

You need to be a part of a contest for one
of the greatest websijtes on the internet. I’m going to recommdnd this web
site!

Balas
Lawerence
Lawerence , Rabu 24 Apr 2024

Thank, I have just been looking for information about
this subject for a long time and yours is the best I have
came upon so far.

Balas

Tinggalkan Komentar