Forum diskusi menjadi wadah interaktif antara mahasiswa dan dosen Prodi Teknik Elektro ITI untuk saling berbagi pandangan serta membahas berbagai isu akademik dan non-akademik di lingkungan kampus. Kegiatan yang bertajuk Fordis (Forum Diskusi) Elektro 2026 tersebut pada tahun ini diadakan pada hari Senin, 19 Januari 2026 yang lalu.

Kegiatan ini bertujuan untuk membuka ruang komunikasi dua arah sehingga mahasiswa dapat menyampaikan pertanyaan, kendala, maupun aspirasi, sementara dosen memberikan penjelasan serta kebijakan yang berlaku. Melalui forum ini, diharapkan tercipta pemahaman yang selaras antara pihak akademik dan mahasiswa dalam menjalankan proses pendidikan.
Salah satu topik utama yang dibahas dalam forum diskusi ini adalah mengenai konversi magang menjadi Satuan Kredit Semester (SKS). Disampaikan bahwa magang dengan durasi enam bulan dapat dikonversikan hingga 20 SKS, dengan ketentuan tertentu.

Konversi SKS tidak dilakukan secara otomatis, melainkan disesuaikan dengan capaian pembelajaran yang benar-benar diperoleh mahasiswa selama magang. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa mahasiswa benar-benar belajar dan mendapatkan pengalaman yang relevan dengan bidang studinya. Jika capaian tersebut telah terpenuhi, maka jumlah SKS yang dikonversi dapat ditentukan sesuai hasil evaluasi.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa pelaksanaan magang harus didukung oleh kerja sama resmi melalui Memorandum of Understanding (MoU) dan perjanjian Kerjasama (PKS) antara pihak kampus dan mitra magang. Proses ini melibatkan birokrasi dan administrasi yang dikelola oleh program studi dan institusi terkait.

Selain itu, selama masa magang akan dilakukan tinjauan atau evaluasi sebagai bentuk pengawasan dan upaya menciptakan solusi yang saling menguntungkan bagi mahasiswa, kampus, dan mitra. Apabila ditemukan magang yang dinilai kurang memberikan pembelajaran bermakna, maka hal tersebut akan menjadi bahan tinjauan ulang oleh program studi terkait kelayakan konversi SKS-nya, sebagaimana disampaikan oleh Bu Novy Hapsari.
Topik lain yang turut dibahas adalah terkait praktikum dan kemungkinan pembaruan modul. Saat ini telah dilakukan pembaruan kurikulum yang mencakup penyesuaian SKS dan konten praktikum agar selaras dengan kebutuhan pembelajaran. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan asisten praktikum, peralatan yang belum memadai, serta jumlah mahasiswa yang cukup banyak.

Selain itu, rendahnya antusiasme mahasiswa untuk aktif bertanya dan berinisiatif selama praktikum juga menjadi perhatian, mengingat praktikum merupakan sarana utama untuk mengaplikasikan materi teori. Terkait kegiatan pengembangan seperti perlombaan praktikum, dari sudut pandang himpunan hal ini kembali pada kualitas dan kesiapan sumber daya manusia, serta bagaimana setiap individu mengekspresikan minat dan keterlibatannya di tengah padatnya program kerja baik di tingkat himpunan maupun program studi.
Penulis:
– Farhan Ramadhan (Ketua HME)
– Rangga Fadhli Prasetyo (Pengurus HME)
Tinggalkan Komentar