Info Prodi
Minggu, 14 Jul 2024
  • 2 dari 8 Alasan Anak SMK & MAK Perlu Lanjut Kuliah di Prodi Teknik Elektro ITI: 1) Nggak perlu hebat dulu untuk bisa kuliah di sini, 2) Biaya kuliah bisa nyicil per bulan (bunga 0%).
8 Februari 2023

Kisah Sukses dan Sejarah LEGO yang Nyaris Bangkrut

Rabu, 8 Februari 2023 Kategori : Kisah Sukses

Bagaimana Lego bisa sukses bangkit dari kondisi hampir bangkrut sehingga berkibar lagi seperti semula? Kisah yang sangat inspiratif ini diangkat Dr. Indrawan Nugroho di kanal Youtube-nya yang berjudul “Lego Hampir Bangkrut karena Terlalu Nafsu Berinovasi“.

Sejarah Lego

Lego seolah identik dengan alat permainan kreatif anak-anak kecil dan remaja, laki-laki maupun perempuan. Mainannya bisa berbentuk bangunan, kota, patung, kapal, mobil, kereta api, kapal terbang, pesawat luar angkasa dan robot yang bisa dibongkar pasang karena terdiri dari bata-bata plastik.

Wikipedia mencatat bahwa Lego adalah perusahaan yang berasal dari Billund di negara Denmark. Didirikan oleh seorang tukang kayu bernama Ole Kirk Chiristiansen yang awalnya hanya berupa usaha kerajinan kayu yang memproduksi mebel dan membantu membangun rumah orang-orang. Lego sendiri bermakna “saya menyusun” atau “saya merangkai” dalam bahasa Latin.

Pada saat Depresi Besar (The Great Depression) yang terjadi selama sepuluh tahun dari tahun 1929, bisnis Ole juga terkena imbasnya dengan hanya menyisakan hanya sedikit pelanggan saja. Pada saat itulah inspirasi membuat mainan dari kayu mulai datang. Selama masa sulit itu, Ole berusaha bertahan dengan terus memproduksi mebel di samping mainan.

Seusai Perang Dunia II di tahun 1947, Lego melakukan pembelian 1 set mesin cetak injeksi plastik. Hasilnya adalah produksi pertama Lego berupa sebuah mainan modular berupa truk mainan yang bisa dibongkar-pasang kembali.

Awal dari Nyaris Bangkrutnya Lego

Menurut Dr. Indrawan, setelah mengalami pertumbuhan 14% tiap tahun hingga tahun 1993 alias dua kali lipat tumbuh setiap lima tahun sekali, Lego akhirnya mengalami periode stagnan hingga tahun 1998. Di tahun itu, untuk pertama kalinya Lego melaporkan kerugian perusahaan.

Kalah dari pesaingnya dalam harga dan mengalami tekanan akibatnya jatuhnya mata uang Denmark terhadap dolar AS membuat Lego mulai melakukan banyak inovasi. Diawali dengan cara melakukan rekrutmen talenta terbaik sebanyak tiga puluh desainer lulusan sekolah desain terbaik dari seluruh Eropa.

Pada masa itu dari tangan para desainer tersebut lahirlah banyak sekali produk baru Lego, sedikit di antaranya yang bisa disebut adalah figur aksi Jack Stone, Lego Explore untuk balita dan Lego Galidor yang dilengkapi piranti elektronika. Produk yang disebut terakhir bahkan punya acara TV sendiri dan dengan pemasaran yang masif melibatkan jaringan resto cepat saji McDonalds.

Namun apa hasilnya? Semua produk yang lahir dari para desainer muda itu gatot, alias gagal total. Kira-kira apa penyebabnya ya? Menurut Dr. Indrawan, para rekrutmen muda itu tidak punya pengalaman di bidang industri mainan sama sekali sebelumnya. Mereka juga tidak memahami para pelanggan Lego dan apa yang menyebabkan para pelanggan itu menyukai permainan Lego. Dan yang lebih menambah parah situasi, ternyata manajemen Lego tidak tahu persis berapa biaya produksi produk-produk Lego mereka, sehingga mereka menjual produknya di bawah harga produksi! Kacau, bukan?

Inovasi lainnya, manajemen Lego membangun Legoland yang ingin menandingi Disneyland. Namun tanpa pengalaman mengelola taman hiburan sebelumnya, hal itu justru menambah beban keuangan perusahaan. Pada akhirnya Legoland dijual pada tahun 2005.

Cara Lego Bangkit dari Kondisi Hampir Bangkrut

Untung saja Lego pada akhirnya menyadari kekeliruannya dan manajemen mulai bekerja untuk memperbaikinya. Bagaimana caranya? Para pembaca yang mulia, silakan ditonton video berikut ini yang sangat inspiratif mengenai pelajaran yang dapat kita ambil (lessons learned) dari kisah perjalanan kesuksesan Lego yang bangkit lagi setelah nyaris bangkrut, diambil dari kanal Youtube Dr. Indrawan Nugroho:

Penutup

Seperti yang dijelaskan oleh Dr. Indrawan dalam video tersebut, bahwa inovasi tetap mesti dilakukan hanya saja perlu fokus dalam menentukan batasan berinovasi, terutama pada bisnis yang siklus produknya pendek seperti Lego. Dan tentunya tiap bisnis perlu menemukan jalan keluar untuk selamat dari jurang kebangkrutan seperti pengalaman Lego.

Semoga tulisan yang sangat singkat ini bisa memberi manfaat bagi para pembaca yang budiman.

Sumber:
[1] Kanal Youtube Dr. Indrawan Nugroho
[2] https://id.wikipedia.org/wiki/Lego

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar