Data Center adalah
24 Okt 2021

Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Data Center (Pusat Data)

Beritahu teman

>>>
Apa itu Pusat Data (Data Center)? Apa standarisasi untuk fasilitas Data Center? Apa tingkatan Data Center? Apa saja komponen Data Center? Dan terakhir apa itu Mini Integrated Data Center? Tulisan berikut ini akan sedikit mengulasnya berdasarkan slide presentasi berjudul Data Center*)

 

Pengertian Data Center

 

Data center adalah fasilitas fisik yang dipakai sebagai tempat menyimpan sistem komputerisasi dan komponen lainnya yang terkait, seperti sistem komunikasi data dan sistem penyimpanan. Data center berperan sebagai repositori terpusat bagi kepentingan suatu institusi.

 

Standarisasi Data Center

 

Untuk menjamin level integritas (integrity) dan ketersediaan (availability) sebuah Data Center, diperlukan adanya suatu standarisasi. Adapun standarisasi yang dipakai adalah standarisasi internasional, seperti:

1. TIA-942
2. Uptime Institute

Sedangkan standarisasi bagi komponen-komponen dari Data Center-nya bisa merujuk kepada standar/pedoman nasional maupun internasional, yakni IEC, NFPA, UL, SNI, PUIL dan sebagainya.

 

Tingkatan Data Center

 

Data center memiliki beberapa tingkatan, yaitu:
Tier I: Basic
Tier II: Redundant Capacity Components
Tier III: Concurently Maintainable
Tier IV: Fault Tolerant

 

Tingkatan dan komponen Data Center

 

Berikut ini adalah sejumlah karakteristik dari masing-masing tier tersebut:

 

Tier I: Basic
– Tidak memiliki kapasitas komponen yang redundan
– Hanya memiliki satu jalur distribusi untuk melayani perangkat server/jaringan
– Tidak memiliki skema pemeliharaan yang menjamin kelangsungan layanan
Human error dapat menyebabkan seluruh sistem/fasilitas mati
– Ketersediaan 99,67%, lama down-time yang dapat diterima adalah setara dengan 28,8 jam/tahun

 

Tier II: Redundant Capacity Components
– Sudah memiliki kapasitas komponen yang redundan, namun tetap masih menggunakan satu jalur distribusi yang melayani perangkat server/jaringan
– Memiliki skema pemeliharaan yang menjamin kelangsungan layanan untuk komponen-komponen yang memiliki redundansi
Human error masih dapat menyebabkan seluruh sistem/fasilitas mati
– Ketersediaan 99,75%, lama down-time yang dapat diterima adalah setara dengan 22 jam/tahun

 

Tier III: Concurently Maintainable
– Sudah memiliki kapasitas komponen yang redundan dan menggunakan jalur distribusi ganda untuk melayani perangkat server/jaringan
– Seluruh perangkat server/jaringan disuplai oleh jalur distribusi ganda (dual-powered)
– Setiap kapasitas komponen dan elemen jalur distribusi dapat dilepas dari sistem (untuk pemeliharaan) tanpa membuat sistem mati
Human error dan operation error masih dapat menyebabkan seluruh sistem/fasilitas mati
– Ketersediaan 99,98%, lama down-time yang dapat diterima adalah setara dengan 1,6 jam/tahun

 

Tier IV: Fault Tolerant
– Memiliki kapasitas komponen ganda, independen, dan terisolasi satu sama lain, untuk menciptakan redundansi
– Memiliki jalur distribusi ganda yang aktif untuk melayani perangkat server/jaringan
– Seluruh perangkat server/jaringan disuplai oleh jalur distribusi ganda (dual-powered)
– Setiap kapasitas komponen dan elemen jalur distribusi dapat dilepas dari sistem (untuk pemeliharaan) tanpa membuat sistem mati
– Sistem dapat secara otomatis merespons (self-healing) pada setiap kegagalan komponen atau elemen untuk mencegah dampak lebih lanjut
– Ketersediaan 99,99%, lama down-time yang dapat diterima adalah setara dengan 0,8 jam/tahun

 

Komponen Data Center

 

Berikut ini adalah komponen-komponen yang biasa terdapat pada suatu Data Center:

 

1. Fire Suppression System (FSS)
– Menggunakan gas seperti FM200, Novec1230, atau IG55
– Memiliki sistem kontrol yang independen
– Memiliki 2 (dua) macam smoke detector yang terpasang di atas dan di bawah raised floor, dan/atau di atas ceiling

 

2. Sistem Kelistrikan
– Memiliki panel-panel listrik utama, UPS, PDU, dan Utility/Service yang terpisah
– Menggunakan sistem tray khusus yang dihubungkan dengan sistem grounding

 

3. Sistem Perkabelan Data
– Menggunakan skema/ketentuan Structured Cabling System (SCS) yang bersertifikasi
– Direkomendasikan membuat interkoneksi antar rak perangkat dengan skema back-to-back patching
– Menggunakan sistem tray khusus

 

4. Raised Floor System
– Menggunakan material isian berupa semen
– Ketinggian antara 40-100 cm
– Dapat menahan beban merata minimal 500-1000 kg/m2

 

5. Security & Access Control
– Kontrol akses dengan menggunakan biometrik atau variasinya
– Memiliki fitur dan kapasitas logging yang memadai
– Menggunakan kamera-kamera CCTV beserta media penyimpanannya

 

6. Environment Monitoring System (EMS)
– Memiliki sensor-sensor suhu, kelembaban, dan kebocoran air (water leakage)
– Dapat mendeteksi status operasi UPS, PAC, dan FSS
– Dapat mendeteksi status buka/tutup pintu rak perangkat atau panel jika diperlukan
– Dapat mengirim pesan melalui email atau SMS jika terdapat status yang perlu ditindaklanjuti

 

7. Komponen Lain
– Secara keseluruhan, Data Center harus membentuk sebuah kompartemen api (fire compartment) dengan spesifikasi tahan api (fire rated)
– Pada dinding, ceiling, pintu, maupun kaca, yang merupakan bagian dari batas (perimeter) kompartemen api, harus menggunakan material yang memiliki spesifikasi tahan api selama minimal 2 (dua) jam

 

Mini Integrated Data Center

 

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai Mini Integrated Data Center, silakan disimak video rekaman webinar di bawah ini yang menjelaskan juga secara lengkap mengenai hal-hal yang telah ditulis di atas:

 

 

Semoga tulisan ini bisa menambah khazanah pengetahuan para pembaca sekalian. Silakan di-subscribe pula kanal Youtube Prodi Teknik Elektro ITI untuk mendapatkan video-video lainnya.

 

*) Slide presentasi dibuat dan disampaikan oleh Pujiyono Wahyuhadi, ST (CEO PT Benhil Raya Internasional dan alumni T.Elektro ITI 1987) pada Webinar Kapita Selekta Prodi Teknik Elektro ITI, Sabtu 10 Juli 2021.

 

Sumber video:

Teknik Elektro Institut Teknologi Indonesia Channel di Youtube

Tinggalkan Balasan