Info Prodi
Rabu, 26 Jun 2024
  • 2 dari 8 Alasan Anak SMK & MAK Perlu Lanjut Kuliah di Prodi Teknik Elektro ITI: 1) Nggak perlu hebat dulu untuk bisa kuliah di sini, 2) Biaya kuliah bisa nyicil per bulan (bunga 0%).

Perintah Sholawat, Bacaan Sholawat Munjiyat dan Manfaatnya

Jumat, 24 Maret 2023 Oleh : admin

Artikel berikut akan mengulas perintah membaca sholawat secara umum, bacaan dan manfaat membaca sholawat Munjiyat, riwayat terkait dengannya serta perbedaan antara rahmat dan sholawat. Semoga bermanfaat.

Perintah Shalawat

Perintah mengucapkan sholawat kepada baginda nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam telah dinyatakan Allah SWT dalam Surat Al-Ahzab: 56 kepada umat Islam seluruhnya.

Dalam ayat itu, dinyatakan bahwa Allah SWT bershalawat kepada nabi SAW. Maknanya adalah Allah melimpahkan rahmat, keberkahan dan anugerah kepada nabi-Nya.

Malaikat dalam ayat itu juga bersholawat kepada nabi SAW. Maknanya permohonan agar derajat nabi SAW ditinggikan dan dicurahkan ampunan (maghfirah).

Sedangkan kita diperintah bershalawat kepada nabi SAW maknanya permohonan agar Allah SWT memberikan rahmat dan kesejahteraan kepada baginda nabi Muhammad SAW dan keluarga beliau.

Perlu diketahui, ternyata Allah SWT membedakan antara rahmat dan salawat, seperti di dalam Surat Al-Baqarah: 157 yang artinya, “Mereka itulah yang mendapat sholawat dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang yang mendapat petunjuk.”

Dijelaskan oleh Hakim al-Tirmidzi di dalam kitab Ilmu al-Awliya’ bahwa rahmat bisa dicabut dari seorang hamba akibat dosa-dosanya. Sedangkan salawat Allah kepada hamba-Nya bersifat tetap, sejak ia mendapatkannya hingga tiba di pintu surga. Masya Allah…

Baca juga: 8 Alasan Mengapa Anak Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) Harus Kuliah di Teknik Elektro ITI

Di sisi lain, Imam Fakhrurrozi menjelaskan bahwa sejak baginda SAW mendapatkan sholawat dari Allah SWT, sebenarnya tidak diperlukan lagi sholawat dari malaikat atau pun dari makhluk-Nya yang lain.

Lalu mengapa kita dan para malaikat masih diperintahkan mengucapkan sholawat kepada baginda SAW? Tidak lain adalah untuk menunjukkan keagungan dan kebesaran nabi Muhammad SAW, sebagaimana Allah menyuruh para malaikat sujud kepada Adam as, mengabulkan doa Nabi Nuh as, mengajak bercakap-cakap Nabi Musa as dan mengangkat Nabi Ibrahim as sebagai kekasih-Nya, demikian kata Imam Fakhrurrozi.

Sedangkan faidah shalawat bagi diri kita dan umat Islam seluruhnya, seperti di dalam kitab Al-Jami’ Al-Shagir terdapat sebuah hadis nabi SAW, “Perbanyaklah shalawat kepadaku, sebab shalawat kalian dapat menghapus dosa-dosamu, meninggikan derajatmu dan menjadi syafaat bagimu di hadapan Tuhanku.

Salawat sendiri yang salah satu makna bahasanya adalah doa, memang sangat dimungkinkan munculnya banyak ragam redaksi salawat, baik yang datang melalui hadis nabi SAW maupun berasal dari gubahan para ulama. Bahkan ada yang langsung diajarkan nabi SAW lewat mimpi kepada orang yang salih.

Menurut Syaikh Muhammad Haqqi Afandi al-Nazili di dalam kitab Khazinat al-Asrar, terdapat 4 ribu jenis sholawat, bahkan dalam riwayat lainnya mencapai hingga 12 ribu macam.

Kata beliau, jumlah sholawat yang banyak itu sesuai ikatan hubungan dengan nabi SAW yang diperoleh orang-orang yang hidup di belahan timur atau barat dunia ini sejak dahulu, atau manfaat yang dipahaminya. Juga berdasarkan sejumlah rahasia yang mereka temukan lewat pengalaman atau pembuktian bahwa suatu bacaan sholawat dapat menjadi wasilah menghilangkan bencana atau menggapai keinginan.

Riwayat dan Manfaat Membaca Sholawat Munjiyat

Salah satu redaksi sholawat yang terkenal di kalangan umat Islam adalah Sholawat Munjiyat. Syaikh Yusuf ibn Ismail al-Nabhani mencatat redaksi sholawat Munjiyat ini di urutan ke-26 dalam kitab kumpulan sholawat nabi Afdhal ash-Sholawaat ‘ala Sayyid as-Saadaat yang populer di kalangan pesantren.

Beliau rahimahullahu menjelaskan suatu riwayat dari Ibnu al-Fakihani mengenai Syaikh al-Shalih Musa al-Dharir yang pernah melaut dengan sebuah perahu dan dihantam badai dalam perjalanannya.

Syaikh al-Shalih saat badai itu berlangsung justru sedang tertidur, sementara orang-orang dalam kondisi panik. Dalam tidurnya, beliau bermimpi bertemu baginda nabi SAW. Nabi SAW pun bersabda, “Katakan kepada penumpang kapal untuk mengucapkan Allahumma shalli…(Sholawat Munjiyat) sebanyak seribu kali.”

Seketika Syaikh al-Shalih terbangun dan menyampaikannya kepada penumpang kapal lainnya. Mereka segera membaca sholawat itu sekitar 300 kali dan alhamdulillah, Allah SWT pun menyelamatkan mereka.

Memang gharizah at-tadayyun (naluri mensucikan) yang merupakan bawaaan manusia sejak lahir seringkali muncul pada kondisi yang membahayakan dirinya, seperti riwayat di atas. Kebutuhan untuk memuaskan naluri tersebut dapat dipenuhi dengan membaca sholawat sebagai wasilah taqarrub kepada Zat Yang Mahakuasa, ditambah dengan adanya faidah membaca sholawat dalam kondisi demikian.

Di dalam kitab Syarah ad-Dala’il, Syaikh al-Hasan ibn al-Ali al-Aswani berkata, “Siapa saja yang mengucapkan sholawat (Munjiyat) seribu kali dalam kondisi genting atau sedang diuji Allah SWT, maka Allah SWT akan menghilangkan kesusahannya dan mengabulkan keinginannya.”

Sejumlah ulama lainnya juga menyampaikan keistimewaan yang senada mengenai Sholawat Munjiyat ini, antara lain Syaikh al-Buni, Imam al-Jazuli, Syaikh Abdul Qadir al-Jailani dan lain-lain.

Bacaan Shalawat Munjiyat

Bagaimana redaksi bacaan Sholawat Munjiyat? Ijinkan al-faqir menyampaikan link Youtube shorts di bawah ini agar para pembaca mudah mencari dan mengikutinya.

Semoga tulisan singkat mengenai perintah bersholawat, bacaan dan manfaat Sholawat Munjiyat ini bermanfaat bagi pembaca yang budiman sekalian.

Referensi:
Yusuf ibn Ismail al-Nabhani. Karunia Bershalawat (terjemahan dari Afdhal ash-Shalawaat ‘alaa Sayyid as-Saadaat). Jakarta: Penerbit Zaman & Qamaruddin SF, 2011.

Sumber video:
Rohmatullah Achmad Channel di Youtube

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar