Info Prodi
Minggu, 14 Jul 2024
  • 2 dari 8 Alasan Anak SMK & MAK Perlu Lanjut Kuliah di Prodi Teknik Elektro ITI: 1) Nggak perlu hebat dulu untuk bisa kuliah di sini, 2) Biaya kuliah bisa nyicil per bulan (bunga 0%).
22 Februari 2023

Kisah Sukses dan Sejarah Avedis Zildjian, Perusahaan Simbal Terbesar Dunia

Rabu, 22 Februari 2023 Kategori : Kisah Sukses

Avedis Zildjian, siapa yang pernah mendengar namanya yang sangat sukses di antara nama-nama tenar perusahaan bisnis di dunia? Mungkin hanya sedikit sekali yang tahu. Padahal perusahaan ini telah melewati masa ratusan tahun dalam memproduksi alat musik simbal (cymball), yakni sejak masa kekhalifahan Ottoman (Utsmaniyah).

Produknya telah dipakai mulai oleh mehter atau marching band pasukan militer kekhalifahan Ottoman sendiri hingga para musisi dunia, seperti Ringo Starr (The Beatles), Lars Ulrich (Metallica) bahkan musisi Indonesia pada masa kini. Ya, drummer asal Indonesia, yakni Gilang Ramadhan konon menjadi satu-satunya pemusik Indonesia yang pernah disponsori oleh Avedis Zildjian sebagai Zildjian Cymbals International Endors Artist.

Apa yang menyebabkan Avedis Zildjian sanggup bertahan hingga hampir empat ratus tahun, meski perusahaan itu kini tidak lagi berkantor pusat di Konstantinopel / Istanbul, Turki namun telah berpindah ke Norwell, Massachusetts, Amerika Serikat pada awal abad ke-20? Namun sebelum masuk lebih jauh, mari kita lihat lebih dulu sejarah mengenai Avedis Zildjian.

Sejarah Avedis Zildjian

Menurut Wikipedia, Avedis pertama kali membuat simbal pada tahun 1618. Avedis adalah seorang ahli kimia (alkimiawan) asal Armenia yang mengabdi kepada Sultan Osman II (memerintah pada tahun 1618 – 1622 M) di istananya.

Ia berhasil menemukan metode mengubah logam menjadi seperti emas, dengan jalan mencampur timah, tembaga, dan perak menjadi selembar logam. Logam hasil paduannya ini dapat menghasilkan suara musik tanpa mengalami kerusakan/pecah pada logamnya.

Menurut situs perusahaan, Sang Sultan menambahkan Avedis dengan nama “Zildjian” yang bermakna “pembuat simbal” dalam bahasa Armenia. Sedangkan dalam bahasa Turki sendiri, “zil” berarti simbal, “ci” adalah pembuat dan “ian” dalam bahasa Armenia bermakna “anak dari”.

Pada tahun 1623, Sultan mengijinkan Avedis Zildjian meninggalkan istana untuk memulai usahanya sendiri di wilayah Konstantinopel yang banyak dihuni orang-orang Armenia, yakni di Psamatia, sebuah daerah yang terletak di sepanjang Laut Marmara. Selanjutnya tahun 1923 itu dianggap sebagai tahun kelahiran perusahaan simbal Zildjian.

Simbal buatan Avedis awalnya memang dipakai oleh Mehter pasukan Yanisari sebagai pasukan elit infanteri kekhalifahan Utsmaniyah. Namun ketika telah berlalu beberapa generasi, keturunan Avedis Zildjian, yakni Avedis II sebagai penerus usaha simbal keluarga pada tahun 1850 mengikutkan simbal buatannya pada Pameran Besar di London dan mulai menyuplai kebutuhan para musisi di Eropa. Avedis II meninggal pada tahun 1865.

Setelah Avedis II tiada, saudaranya Kerope II meneruskan usaha / pabriknya di Konstantinopel. Ia mengenalkan jajaran alat musik yang dikenal dengan nama “K Zildjian”. Merek ini juga masih dipakai oleh para musisi klasik hingga kini. Kerope II meninggal pada tahun 1909.

Pada tahun 1910, Avedis III beserta keluarganya keluar dari Turki disebabkan terjadinya konflik antara populasi Armenia dengan pemerintah Turki. Keluarga Zildjian kemudian memilih untuk menetap di Boston, Massachusetts.

Sekitar tahun 1928, Avedis III, saudaranya Puzant, dan pamannya yang bernama Aram Zildjian mulai memproduksi simbal di Quincy, Massachusetts. Adapun Avedis Zildjian Company secara resmi dibentuk tahun 1929.

Pada tahun 1968, Avedis III memecah unit produksinya menjadi dua, yakni dengan membuat sebuah pabrik lagi di Azco, Meductic, New Brunswick, Kanada. Pada tahun 1975, perusahaan mulai membuat simbal seri K. Zildjian di pabrik Azco. Simbal ini diproduksi hingga tahun 1979.

Sekitar tahun 1980, semua simbal seri K diproduksi di pabrik Norwell, Massachusetts. Hal ini karena resep pengolahan materialnya harus tetap dijaga kerahasiaannya. Armand bekerja sama dengan kawan-kawan musisinya, yakni drummer Elvin Jones dan Tony Williams untuk meluncurkan kembali Seri K.

Pada awal 1977, sebagai anak laki-laki tertua Armand Zildjian diangkat sebagai CEO Avedis Zildjian Company oleh ayahnya Avedis III. Sayangnya, saudara Armand yang bernama Robert Zildjian berselisih dengannya. Sehingga pada tahun 1981, Robert berpisah dengan membuat sebuah perusahaan baru bernama Sabian, di pabrik Azco, Kanada.

Setelah Armand Zildjian meninggal pada tahun 2003, resep rahasia pembuatan simbal Zildjian diteruskan kepada putrinya, Craigie dan Debbie (generasi ke-14). Craigie menjadi CEO, sedangkan Debbie menjadi Vice President of Human Resources dari perusahaan. Keduanya menjadi perempuan pertama sepanjang sejarah keluarga Zildjian yang memegang kendali perusahaan sejak tahun 1623. Hingga kini mereka masih terus memimpin bisnis keluarga ini dari Norwell, Massachusetts.

Pengalaman Avedis Zildjian Berinovasi dengan Empati

Dev Patnaik mencatat di dalam bukunya Wired to Care, Avedis Zildjian Company adalah salah satu perusahaan yang terus menerus mempraktikkan inovasi berbasis empati dalam memproduksi simbal bagi para pelanggannya. Sejak awal kedatangannya di AS, Avedis III menjalin komunikasi yang intens dengan para drummer terkenal saat itu, seperti Chick Webb dan Gene Krupa mengenai simbal seperti apa yang mereka inginkan.

Berkat masukan-masukan dari para musisi jazz itu, simbal yang sebelumnya biasa dipakai pada marching band akhirnya bisa disempurnakan menjadi bagian dari drumset dengan membuat simbal yang lebih tipis. Sepanjang karirnya Avedis telah bekerjasama dengan banyak musisi demi menghasilkan simbal sesuai kebutuhan masing-masing dari mereka.

Karena kebutuhan jenis suara simbal dari tiap musisi yang berbeda-beda, mulai dari jazz, be bop, hip hop, rock hingga heavy metal maka hingga kini Avedis Zildjian Company memiliki lebih dari 600 jenis simbal dalam katalog produknya, dengan lebar silinder simbal mulai dari 6 inci hingga 24 inci (atau sekitar 15 cm hingga 70 cm)!

Berikut ini video mengenai sejarah kesuksesan Avedis Zildjian yang disampaikan langsung oleh sang CEO Craigie Zildjian, diambil dari Kanal Youtube PennsHill – “The Zildjian StoryPart 1“:

Penutup

Demikianlah para pembaca yang budiman, sekilas mengenai kesuksesan perusahaan keluarga tertua di Amerika Serikat yang bertahan dengan terus berinovasi sembari tetap mempertahankan empati kepada para pelanggannya. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Sumber:
[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Avedis_Zildjian_Company
[2] https://en.wikipedia.org/wiki/Avedis_Zildjian_Company
[3] Gilang Ramadhan | The Zildjian Talk – Part 1: https://www.youtube.com/watch?v=3bWdgekkS5U
[4] Dev Patnaik, Wired To Care. Pearson Education, Inc., New Jersey, 2009.

1 Komentar

Salina
Salina , Senin 8 Jul 2024

It’s enormous that yyou are getting thoughts from this piece of
writing as well as from our dialogue made at this time.

Balas

Tinggalkan Komentar