Info Prodi
Minggu, 14 Jul 2024
  • 2 dari 8 Alasan Anak SMK & MAK Perlu Lanjut Kuliah di Prodi Teknik Elektro ITI: 1) Nggak perlu hebat dulu untuk bisa kuliah di sini, 2) Biaya kuliah bisa nyicil per bulan (bunga 0%).
4 Maret 2023

Hukum, Tata Cara dan Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Sabtu, 4 Maret 2023 Kategori : Hikmah

Berikut ini adalah tulisan mengenai hukum, tata cara dan jumlah rakaat sholat tarawih yang didasarkan pada buku karya KH. M Hanif Muslih, Lc.[1]

Definisi Sholat Tarawih

Sholat tarawih adalah sholat malam yang dikerjakan selama bulan Ramadhan. Waktunya antara setelah selesai sholat Isya hingga terbit fajar.

Tarawih secara bahasa adalah bentuk jamak dari kata tarwiihah (istirahat). Adapun istirahat yang dimaksud dalam sholat tarawih adalah istirahat tiap selesai 4 rakaat, yaitu dengan cara 2 rakaat lalu salam dan 2 rakaat lalu salam kemudian istirahat sejenak.

Hukum Sholat Tarawih

Hukum melaksanakan sholat tarawih adalah sunah muakkadah. Pelaksanaannya pun disunahkan secara berjamaah di masjid.

Namun demikian ada sejumlah ulama yang mengatakan bahwa sholat tarawih hukumnya sunah dilaksanakan sendirian. Ulama yang berpendapat demikian antara lain: Imam Malik, Imam Abu Yusuf dan sebagian pengikut Imam Syafii.

Sedangkan ulama yang mengatakan hukumnya sunah dilakukan secara berjamaah adalah jumhur ulama, antara lain Imam Syafii dan sebagian besar pengikutnya, Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad dan sebagian pengikut Imam Malik.

Di antara kedua pendapat di atas, mana yang lebih utama (afdhal)? Imam Nawawi di dalam kitabnya Al-Majmu’ mengutip penulis kitab Asy-Syamil sebagai berikut,

Berkata Abul-Abbas dan Abu Ishaq, “Sholat tarawih dengan berjamaah itu lebih afdhal daripada sholat tarawih sendirian, karena sudah disepakati oleh sahabat dan para ulama.”

Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Tidak ada batasan tertentu mengenai jumlah total rakaat sholat tarawih. Hal ini diserahkan kepada masing-masing individu, bisa 11 rakaat (termasuk sholat witir 3 rakaat), 23 rakaat atau 39 rakaat.

Namun yang paling banyak diamalkan sejak masa sahabat hingga masa sekarang (semisal di Masjidil Haram) adalah 20 rakaat sholat tarawih dan 3 rakaat sholat witir.

Berikut ini disampaikan asal muasal riwayat bilangan rakaat sholat tarawih dari para ulama:

a. 8 rakaat tarawih + 3 rakaat witir berasal dari riwayat Imam Malik dari Muhammad ibnu Yusuf ibnu Yazid:

Khalifah Umar bin Khatab ra memerintahkan Ubay bin Ka’ab dan Tamim Ad-Dari sholat tarawih berjamaah dengan orang-orang sebanyak 11 rakaat.”

b. 20 rakaat tarawih + 3 rakaat witir berasal dari riwayat Imam Malik dari Yazid ibnu Ruman:

Orang-orang (sahabat dan tabiin) menjalankan sholat pada masa Khalifah Umar bin Khatab ra di bulan Ramadhan sebanyak 23 rakaat.”

c. 36 rakaat tarawih + 3 rakaat witir berasal dari riwayat Imam Al-Za’faran dari Imam Syafii:

Saya melihat orang-orang di Madinah mengerjakan sholat tarawih 39 rakaat dan di Mekah 23 rakaat.”

Untuk menyimpulkan persoalan jumlah rakaat ini, Imam Syafii menegaskan:

Tidak ada masalah dan kesulitan dalam hal ini, dan tidak ada batas habisnya (berapa saja jumlah rakaatnya), karena ini adalah sholat sunah. Jika dikehendaki untuk memperpanjang berdiri (panjangnya bacaan Alquran) dan memperpendek sujud (mengambil rakaat lebih sedikit), maka itu adalah baik. Dan apabila ingin memperbanyak ruku’ dan sujud (memperbanyak rakaatnya) dan memperpendek bacaan, maka yang demikian ini juga baik.”

Tata Cara Sholat Tarawih

Dalam sebuah hadis riwayat Jamaah disebutkan,

Berdiri seorang laki–laki dan bertanya, “Ya rasulullah, bagaimana cara sholat malam? Rasul menjawab, “Sholat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika kamu khawatir (datangnya) subuh, maka sholat witirlah kamu dengan satu rakaat.”

Di dalam kitab Nailul Authar: II/38 disebutkan bahwa Imam Ahmad menambahkan hadis di atas dengan riwayat berikut, “Sholat malam itu dua rakaat-dua rakaat, di mana engkau melaksanakan salam pada setiap dua rakaat.”

Imam Ibnu Qudamah di dalam kitabnya Al-Mughni: I/123 berkata,

Dalam shalat sunah (tathawwu’) itu terdiri dari dua rakaat-dua rakaat dan melaksanakan salam setiap dua rakaat. Shalat sunah itu ada 2 macam:
a. shalat sunah pada malam hari
b. shalat sunah pada siang hari

Adapun shalat sunah pada malam hari tidak boleh dikerjakan, kecuali dengan dua rakaat-dua rakaat. Yang demikian itu pendapat kebanyakan para ulama (ahli ilmu). Imam Abu Yusuf dan Imam Muhammad pun berpendapat yang sama.

Demikian pembahasan singkat mengenai hukum, tata cara dan jumlah rakaat sholat tarawih. Semoga bermanfaat bagi para pembaca yang budiman sekalian.

Sumber:
[1] KH. M Hanif Muslih, Lc. Kesahihan Dalil Shalat Tarawih 20 Rakaat. Penerbit Ar-Ridha (Toha Putra Group)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar