Info Prodi
Rabu, 09 Sep 2026
  • 2 dari 8 Alasan Anak SMK & MAK Perlu Lanjut Kuliah di Prodi Teknik Elektro ITI: 1) Nggak perlu hebat dulu untuk bisa kuliah di sini, 2) Biaya kuliah bisa nyicil per bulan (bunga 0%).
9 September 2026

Posisi Indonesia dalam Laporan PISA 2025 OECD dan FAQ Hasil Terpentingnya

Rabu, 9 September 2026 Kategori : Berita Global

Laporan hasil PISA 2025 (Volume I: Future-Ready Students) yang dikeluarkan OECD pada 8 September 2026 lalu, diikuti oleh 91 negara dan wilayah ekonomi. PISA (Programme for International Student Assessment) 2025 dilakukan dengan sampling 760.000 siswa sekolah berusia 15 tahun yang mewakili 33 juta siswa di negara OECD (Organisation for Economic Co‑operation and Development).

Berikut adalah kategori utama hasil PISA 2025, negara-negara teratas, serta statistik dan posisi Indonesia dalam laporan PISA 2025 tersebut.

 

Kategori Utama PISA 2025 & Negara Teratas

PISA 2025 menilai empat (4) kategori kompetensi utama:

A. Sains (Science):

  • Peringkat Teratas: Provinsi Beijing, Shanghai, Jiangsu and Zhejiang di Cina (selanjutnya disebut B-S-J-Z China) memimpin dengan rata-rata 597 poin, diikuti oleh Singapura dengan 560 poin.

B. Matematika (Mathematics):

  • Peringkat Teratas: B-S-J-Z (China) meraih nilai tertinggi sebesar 612 poin, diikuti oleh Singapura dengan 563 poin.

C. Membaca (Reading):

  • Peringkat Teratas: Singapura berada di posisi pertama dengan 535 poin, diikuti oleh B-S-J-Z (China) dengan 527 poin.

D. Pemecahan Masalah Komputasional (Computational Problem Solving):

  • Peringkat Teratas: Nilai tertinggi diraih oleh Makau (China) (572 poin), Singapura (563 poin), B-S-J-Z (China) (560 poin), dan Jepang (557 poin).

 

Baca juga: Laporan PISA 2025 dari OECD dan Tantangan Pendidikan Indonesia

 

Sistem Pendidikan 10 Besar Teratas secara Keseluruhan

Laporan PISA 2025 mencatat bahwa 8 sistem pendidikan berikut berhasil masuk dalam 10 besar (top 10) di ketiga domain utama tersebut (Sains, Matematika, dan Membaca):

  1. B-S-J-Z (China)
  2. Singapura
  3. Estonia
  4. Jepang
  5. Korea
  6. Makau (China)
  7. Cina Taipei (Chinese Taipei)
  8. Britania Raya (United Kingdom)

Catatan: Cuplikan tabel dalam laporan tidak memuat daftar 10 negara lengkap beserta nilai pasti posisi 3–10 untuk setiap domain, melainkan menyebutkan kelompok negara 10 besar utama serta skor posisi teratas.

 

Nilai dan Statistik Indonesia dalam PISA 2025

> Nilai Rata-rata Indonesia per Domain:

  • Sains: Siswa perempuan meraih rata-rata 391 poin, sedangkan siswa laki-laki 386 poin. Pada subskala khusus Sains Lingkungan, Indonesia meraih 393 poin.
  • Membaca: Siswa perempuan meraih 377 poin, sedangkan siswa laki-laki 353 poin.
  • Matematika: Siswa perempuan meraih 367 poin, sedangkan siswa laki-laki 361 poin.

 

> Perubahan Skor PISA Indonesia (2022 ke 2025):

  • Sains: Meningkat +6 poin.
  • Membaca: Meningkat +7 poin.
  • Matematika: Menurun -2 poin.
  • Tren 10 Tahun (sejak 2015): Skor rata-rata dekade Indonesia mencatat perubahan sebesar -17 poin di Sains, -32 poin di Membaca, dan -24 poin di Matematika.

 

Peringkat Indonesia Bagaimana?

Angka peringkat posisi tunggal Indonesia (misalnya posisi ke-X dari 91 negara) tidak dituliskan secara eksplisit dalam laporan PISA 2025. Laporan menyajikan data dalam bentuk grafik sebaran dan tabel indikator tematik.

 

Statistik Unik Indonesia di PISA 2025

Berikut beberapa hal unik mengenai Indonesia dalam laporan tersebut:

Lonjakan Upaya Belajar: Bersama Malaysia, Indonesia mencatat peningkatan terbesar di dunia sejak 2022 dalam proporsi siswa yang mengerahkan upaya ekstra saat menghadapi tugas sekolah yang sulit.

Rasa Ingin Tahu (Curiosity): Indonesia menempati posisi puncak global dalam persentase siswa yang merasa lebih penasaran/ingin tahu dibandingkan orang-orang di sekitarnya.

Komitmen Lingkungan: 94,5% siswa Indonesia bercita-cita berkontribusi melindungi lingkungan melalui pekerjaan masa depan mereka (salah satu tertinggi di dunia, jauh di atas rata-rata OECD 62%). Lebih dari 90% siswa aktif dalam kegiatan lingkungan dan Indonesia mencatat tingkat paparan diskusi lingkungan di kelas tertinggi di dunia.

Peningkatan Dukungan Guru: Indonesia mengalami salah satu peningkatan terbesar di dunia sejak 2015 dalam hal tingkat dukungan guru yang dirasakan oleh siswa di kelas.

Pemanfaatan AI: 49,4% siswa Indonesia menggunakan chatbot AI setidaknya seminggu sekali untuk membantu belajar, dan 87,4% siswa melaporkan belajar menilai kredibilitas informasi buatan AI dalam pelajaran sekolah.

 

Perbandingan Skor Indonesia dengan Negara Asia Tenggara Lainnya

Berikut adalah perbandingan hasil PISA 2025 Indonesia dengan 7 negara tetangga di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) yang berpartisipasi:

 

Tabel Perbandingan Skor PISA 2025 di 8 Negara Asia Tenggara 

Negara

Sains (Science) Membaca (Reading) Matematika (Mathematics) Pemecahan Masalah Komputasional

Singapura

560 535 563 563

Vietnam

457 392 443

461

Brunei Darussalam

439 426 435′

496

Thailand

432 392 407

476

Malaysia

419 393 397

484

Indonesia

389 365 364

427

Kamboja 382 347 366

Tidak diukur (Ujian Kertas)

Filipina 373 367 371

434

 

Analisis Posisi Indonesia di Kawasan ASEAN

 

Berdasarkan tabel perbandingan di atas, terlihat bahwa untuk domain-domain berikut ini:

  • Sains (Science): Indonesia berada di peringkat ke-6 dari 8 negara Asia Tenggara dengan skor 389 poin, mengungguli Kamboja (382 poin) dan Filipina (373 poin).

 

  • Membaca (Reading): Indonesia berada di peringkat ke-7 dengan 365 poin, unggul atas Kamboja (347 poin) dan sedikit di bawah Filipina (367 poin).

 

  • Matematika (Mathematics): Indonesia berada di peringkat ke-8 di kawasan dengan 364 poin, berada di bawah Kamboja (366 poin) dan Filipina (371 poin).

 

  • Pemecahan Masalah Komputasional: Indonesia meraih 427 poin (peringkat ke-7 dari 7 negara terukur di kawasan), mengungguli performa dasar yang diperkirakan namun berada di bawah Filipina (434 poin) dan Thailand (476 poin).

 

FAQ (Frequently Asked Questions) Berdasarkan Laporan PISA 2025 (Volume I)

 

  1. Apa temuan paling utama terkait tren kinerja siswa secara global di PISA 2025?

PISA 2025 mencatat rata-rata skor OECD terendah yang pernah ada di ketiga domain utama: Sains, Membaca, dan Matematika.

Skor membaca terus menurun sejak mencapai puncaknya pada 2012, sains menurun secara bertahap dalam satu dekade terakhir, dan matematika mengalami penurunan paling tajam setelah 2018.

Di sisi lain, B-S-J-Z (China) dan Singapura menjadi sistem pendidikan dengan kinerja tertinggi di dunia di ketiga domain tersebut.

 

  1. Bagaimana dampak penggunaan HP dan perangkat digital di sekolah terhadap hasil belajar?

Dampaknya sangat bergantung pada tujuan dan durasi penggunaan.

Penggunaan yang moderat untuk belajar berhubungan dengan skor sains yang lebih tinggi dibandingkan tidak menggunakan sama sekali atau penggunaan yang sangat tinggi.

Penggunaan untuk hiburan (leisure) di sekolah melebihi 1 jam per hari secara konsisten berhubungan dengan penurunan skor akademik.

Kebijakan sekolah seperti larangan ponsel atau panduan penggunaan perangkat terbukti efektif mengurangi tingkat gangguan (distraction) siswa di kelas.

 

  1. Mengapa kemampuan membaca siswa menurun dan apa itu fenomena “hasty readers“?

Penurunan kemampuan membaca dipicu oleh melemahnya keterampilan membaca kritis, seperti kemampuan mengevaluasi informasi dan menghubungkannya dengan berbagai sumber.

Pergeseran ke kebiasaan membaca digital yang terfragmentasi (seperti memindai feed media sosial) turut mengikis kemampuan siswa dalam memahami teks yang kompleks.

Hal ini memicu lonjakan fenomena hasty readers, yaitu siswa yang membaca teks secara terburu-buru dan memberikan jawaban cepat namun salah, yang jumlahnya meningkat hampir dua kali lipat antara tahun 2018 dan 2025.

 

  1. Bagaimana pengaruh penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) terhadap prestasi siswa?

Hubungan antara AI dan kinerja akademik cukup kompleks.

Secara umum, siswa yang tidak menggunakan AI chatbot untuk tugas-tugas spesifik (seperti merangkum teks atau membuat draf tulisan) memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan mereka yang sering menggunakannya.

Namun, ketika penggunaan AI dipadukan dengan pembelajaran literasi AI di sekolah (siswa diajarkan cara menilai kredibilitas dan kualitas informasi buatan AI), siswa mencatatkan kinerja yang sedikit lebih tinggi.

 

  1. Apakah anggaran pendidikan yang besar selalu menjamin hasil PISA yang tinggi?

Tidak. Kekayaan nasional hanya menjelaskan sekitar separuh dari variasi kinerja antar negara. Kebijakan yang tepat dan alokasi anggaran yang bijak jauh lebih menentukan daripada sekadar besarnya biaya yang dikeluarkan per siswa.

Sebagai contoh, Luksemburg merupakan negara dengan pengeluaran pendidikan per siswa tertinggi di dunia (USD 288.521), namun skor rata-rata sainsnya lebih rendah dibandingkan negara-negara seperti Irlandia, Prancis, dan Italia yang menginvestasikan kurang dari setengah jumlah tersebut.

 

Referensi:

Tulisan ini disadur secara bebas dengan bantuan AI dari referensi berikut ini:

[1] OECD (2026), PISA 2025 Results (Volume I): Future-Ready Students, PISA, OECD Publishing, Paris, https://doi.org/10.1787/73451bc5-en.

📅 Last updated:

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar