Info Prodi
Senin, 24 Agu 2026
  • 2 dari 8 Alasan Anak SMK & MAK Perlu Lanjut Kuliah di Prodi Teknik Elektro ITI: 1) Nggak perlu hebat dulu untuk bisa kuliah di sini, 2) Biaya kuliah bisa nyicil per bulan (bunga 0%).
26 September 2025

QWEN3-Max, Alibaba dan Pertaruhan Besar AI

Jumat, 26 September 2025 Kategori : Berita Global

Pada 24 September 2025, panggung utama konferensi tahunan Alibaba terasa berbeda. Di tengah sorotan lampu dan tatapan para hadirin, perusahaan raksasa asal Hangzhou itu memperkenalkan Qwen3-Max, sebuah model kecerdasan buatan (AI) terbarunya yang digadang-gadang sebagai lompatan terbesar dalam sejarah teknologi mereka. Dengan lebih dari 1 triliun parameter, Qwen3-Max resmi menjadi model bahasa terbesar yang pernah diluncurkan Alibaba.

Bukan sekadar besar, model ini diklaim mampu menulis kode dengan presisi tinggi, hingga menjalankan tugas-tugas kompleks secara mandiri tanpa banyak campur tangan manusia. Bahkan, berdasarkan tolok ukur independen seperti Tau2-Bench, performanya disebut melampaui pesaing global seperti Claude dari Anthropic maupun DeepSeek-V3.1.

Bagi Alibaba, hal ini bukan sekadar peluncuran produk. Ini adalah penegasan strategi. Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai raksasa e-commerce, perusahaan kini ingin diingat sebagai salah satu pemain paling serius di arena kecerdasan buatan.

Taruhan Triliunan untuk Infrastruktur AI

Awal tahun ini, Alibaba sudah membuat komitmen mengejutkan, yakni 380 miliar yuan akan digelontorkan dalam tiga tahun untuk membangun infrastruktur AI dan jumlah itu kemungkinan masih akan bertambah. CEO Eddie Wu terang-terangan mengakui, permintaan terhadap infrastruktur AI tumbuh jauh lebih cepat daripada yang mereka perkirakan.

Selain Qwen3-Max, mereka juga memperkenalkan Qwen3-Omni, sistem multimodal yang dirancang untuk dunia nyata: kacamata pintar, kokpit mobil cerdas, hingga aplikasi augmented reality. Semua ini menegaskan ambisi Alibaba, yaitu bukan sekadar ikut bersaing, tetapi juga memimpin.

Bayangan Persaingan di Dalam Negeri

Di balik euforia peluncuran, ada dinamika panas di kancah domestik. Noah Ark Lab dari Huawei baru-baru ini menolak tuduhan bahwa model Pangu Pro Moe mereka menjiplak Qwen 2.5 14B milik Alibaba. Mereka menegaskan, produknya dikembangkan secara independen dengan inovasi teknis orisinal.

Pertarungan di balik layar ini hanya menegaskan satu hal di mana kompetisi AI di Tiongkok kini bukan sekadar bisnis, namun juga soal gengsi dan kepemimpinan teknologi global.

Jack Ma Kembali ke Panggung

Namun, cerita Alibaba tahun ini tidak hanya soal algoritma dan server. Ada sosok manusia yang kembali menjadi sorotan, yaitu Jack Ma. Setelah sempat menjauh dari publik sejak badai regulasi tahun 2020, sang pendiri kini kembali aktif, bahkan terlihat kerap hadir di kampus Alibaba di Hangzhou.

Kehadirannya bukan sekadar simbol semata. Ma kembali mengarahkan strategi, terutama di bidang AI, sekaligus memperketat persaingan melawan JD.com dan Meituan. Ia juga mendorong investasi pada startup AI generatif seperti Moonshoot AI dan Mini Max, dua nama yang mulai mencuri perhatian di arena yang sama dengan ChatGPT.

Angka-Angka Berbicara

Kebangkitan ini juga tercermin dalam laporan keuangan. Pada kuartal yang berakhir Desember 2024, Alibaba membukukan pendapatan 280,2 miliar yuan, naik 8%, pertumbuhan tercepat dalam lebih dari setahun. Laba bersih pun melesat ke 48,9 miliar yuan.

Investor langsung merespons. Saham Alibaba yang diperdagangkan di New York melonjak 12% setelah laporan itu, dan hingga 24 September 2025, nilainya sudah naik hampir 60% sepanjang tahun. Artinya, lebih dari 100 miliar dolar AS tambahan melekat pada valuasi perusahaan.

Menuju Masa Depan

Hari ini, Alibaba bukan lagi sekadar toko daring raksasa. Dengan Qwen3-Max dan rangkaian inovasi lainnya, mereka menancapkan bendera di garis depan persaingan AI global. Ditopang investasi triliunan yuan, reorganisasi internal dan kembalinya Jack Ma, perusahaan ini sedang menulis bab baru dalam perjalanannya.

Pertanyaannya kini, apakah langkah besar ini akan membawa Alibaba menjadi pemimpin tak tergoyahkan di dunia kecerdasan buatan, atau sekadar satu pemain dalam balapan yang semakin penuh sesak?

📅 Last updated:

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar