Info Prodi
Kamis, 11 Jun 2026
  • 2 dari 8 Alasan Anak SMK & MAK Perlu Lanjut Kuliah di Prodi Teknik Elektro ITI: 1) Nggak perlu hebat dulu untuk bisa kuliah di sini, 2) Biaya kuliah bisa nyicil per bulan (bunga 0%).
5 Agustus 2025

Layanan Internet Satelit Starlink Di Indonesia

Selasa, 5 Agustus 2025 Kategori : Berita Global

Layanan internet satelit Starlink yang dikembangkan oleh SpaceX telah mengalami perkembangan signifikan di Indonesia. Setelah mendapatkan izin dari Kementerian Komunikasi dan Informatika pada April 2024, Starlink mulai menawarkan layanan langsung kepada pelanggan di Indonesia. Layanan ini diharapkan dapat meningkatkan akses internet di daerah terpencil dan perbatasan yang sebelumnya sulit dijangkau oleh penyedia layanan internet konvensional.

Namun pada Juli 2025, kapasitas layanan Starlink di Indonesia telah mencapai batas maksimal, sehingga perusahaan membatasi penerimaan pelanggan baru. Kepala Bidang Media Asosiasi Satelit Indonesia, Firdaus Adinugroho, menyatakan bahwa dengan tingginya permintaan dan terbatasnya pasokan, harga layanan Starlink berpotensi meningkat. Hal ini mengacu pada hukum ekonomi di mana permintaan yang tinggi dengan pasokan terbatas dapat menyebabkan kenaikan harga.

Dari segi harga, layanan Starlink di Indonesia memang menawarkan paket yang lebih terjangkau dibandingkan dengan negara asalnya, Amerika Serikat. Paket residensial di Indonesia dibanderol mulai dari Rp750.000 per bulan, dengan harga perangkat penunjang sebesar Rp7,8 juta. Sementara itu, di AS, paket serupa dihargai 120 dolar AS per bulan, dengan perangkat penunjang seharga 599 dolar AS.

Perbandingan harga ini menunjukkan bahwa Starlink di Indonesia lebih terjangkau dibandingkan dengan di AS. Selain itu, harga layanan Starlink di Indonesia juga lebih murah dibandingkan dengan Singapura, dan relatif sama dengan negara-negara tetangga lainnya seperti Filipina, dan Malaysia.

Di Singapura, harga berlangganan bulanan mencapai Rp1,3 juta, di Filipina Rp747.000, dan di Malaysia Rp758.000, dengan biaya perangkat masing-masing sekitar Rp7,9 juta, Rp7,7 juta, dan Rp3,9 juta.

Meskipun harga yang lebih rendah dapat meningkatkan aksesibilitas layanan, masuknya Starlink ke pasar Indonesia juga menimbulkan tantangan bagi penyedia layanan internet lokal. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia mengkhawatirkan dampak kompetisi yang tidak sehat dan potensi praktik predatory pricing yang dapat merugikan penyedia lokal. Selain itu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha juga mengadakan diskusi terkait potensi pelanggaran persaingan usaha dengan kehadiran Starlink di Indonesia.

Secara keseluruhan, kehadiran Starlink di Indonesia hingga kini menawarkan peluang besar untuk meningkatkan akses internet di wilayah terpencil dan perbatasan. Namun, tantangan terkait kapasitas, harga, dan dampak terhadap penyedia layanan lokal perlu dikelola dengan bijak untuk memastikan manfaat maksimal bagi masyarakat Indonesia.

📅 Last updated:

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar