Info Prodi
Kamis, 28 Mei 2026
  • 2 dari 8 Alasan Anak SMK & MAK Perlu Lanjut Kuliah di Prodi Teknik Elektro ITI: 1) Nggak perlu hebat dulu untuk bisa kuliah di sini, 2) Biaya kuliah bisa nyicil per bulan (bunga 0%).
25 September 2025

AI Geser Dominasi Manusia dalam Kompetisi Koding ICPC 2025

Kamis, 25 September 2025 Kategori : Berita Global

Berakhir sudah ajang paling bergengsi di dunia pemrograman mahasiswa, International Collegiate Programming Contest (ICPC) World Finals ke-49, yang tahun ini berlangsung di Baku, Azerbaijan, pada 31 Agustus hingga 5 September 2025.

Dari 139 tim terbaik yang lolos seleksi dari hampir 3.000 universitas di 103 negara, satu nama keluar sebagai juara, yaitu St. Petersburg State University. Tim mereka yang menamakan diri Polar Bear Transform menorehkan kemenangan dramatis.

Dalam waktu lima jam yang penuh dengan ketegangan, mereka berhasil menaklukkan 11 dari 12 soal yang disodorkan panitia. Penentu kemenangan datang nyaris di detik terakhir di mana sebuah jawaban dikirim hanya dua menit sebelum waktu habis. Tradisi panjang Rusia dalam kompetisi pemrograman pun kembali terbukti.

Di posisi berikutnya, University of Tokyo dan Beijing Jiaotong University sama-sama menyelesaikan 10 soal, meraih medali perak. Tsinghua University menyusul di peringkat keempat dengan 9 soal, sementara Peking University, Harvard University, dan University of Zagreb juga mencatat 9 soal terselesaikan. Capaian Harvard di posisi keenam menjadi catatan khusus di mana universitas Amerika ini membuktikan mampu bersaing di tengah dominasi Asia dan Eropa Timur.

Namun, di balik sorotan terhadap para mahasiswa terbaik dunia, sebuah kisah baru sedang ditulis. Untuk pertama kalinya, model kecerdasan buatan (AI) ikut turun gelanggang resmi ICPC. Dan hasilnya mencengangkan, ChatGPT (model AI dari OpenAI) berhasil menyelesaikan semua 12 soal, bahkan 11 di antaranya tepat di percobaan pertama. Satu soal tersulit akhirnya tembus setelah sembilan kali percobaan, sebuah konsistensi yang jarang terlihat bahkan di tim manusia terbaik.

Tak kalah dalam hal mencuri perhatian, Google Gemini 2.5 Deep Think juga ikut serta. Meski terlambat memulai kompetisi sepuluh menit, model ini menuntaskan 10 soal dalam batas waktu, setara dengan performa emas. Yang lebih mengejutkan, Gemini berhasil memecahkan satu soal yang dijuluki “Problem C” di mana tak satupun tim manusia mampu pecahkan sepanjang kompetisi.

Kehadiran AI di ICPC tahun 2025 bukan sekadar eksperimen, melainkan sebuah titik balik. Jika mahasiswa-mahasiswa terbaik dunia berjuang dengan strategi, intuisi dan kerja sama tim, maka AI tampil dengan kecepatan analisis dan ketelitian algoritmik yang hampir tanpa cela.

Pertemuan dua dunia ini —kecerdikan manusia dan kekuatan mesin — menawarkan gambaran masa depan, yaitu bagaimana teknologi dapat menjadi mitra, bukan sekadar pesaing dalam pemecahan masalah paling kompleks.

Lebih dari sekadar kompetisi, ICPC 2025 di Baku mencerminkan dua hal penting, yaitu ketangguhan generasi baru pemikir teknologi dan lonjakan pesat kemampuan AI.

Saat tirai kompetisi ditutup, jelas terlihat bahwa tantangan ke depan bukan lagi soal manusia melawan mesin, melainkan bagaimana keduanya bisa bekerja bersama membuka jalan menuju penemuan-penemuan baru.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar