tips_memilih_jurusan_di_perguruan_tinggi_tahun_2020
06 Des 2019

Tips Memilih Jurusan Yang Tepat di Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2020

Beritahu teman
>>>

Perguruan tinggi adalah sebuah tahap akhir yang bersifat opsional pada suatu pendidikan formal. Di Indonesia, bentuk perguruan tinggi bisa berupa akademi, institut, politeknik, sekolah tinggi atau universitas.

Dua komponen utama perguruan tinggi adalah peserta didik dan tenaga pendidik. Peserta didik biasa dikenal dengan sebutan mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik biasa dipanggil dengan sebutan dosen.

Dilihat dari segi kepemilikan, perguruan tinggi ada yang berupa perguruan tinggi negeri (PTN) dan ada yang perguruan tinggi swasta (PTS). Keduanya sekarang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), namun khusus darma penelitian masih diurusi oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

Nah, bagi kamu yang sekarang berada di kelas XII SMA kemungkinan besar kamu akan melanjutkan kuliah di perguruan tinggi setelah kamu lulus nanti, bukan? Kalau boleh tanya, kamu ingin kuliah di perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta?

Tentu ingin di perguruan tinggi negeri dong ya? Alasannya, PTN lebih murah, PTN lebih bergengsi, PTN lebih lengkap fasilitasnya, lulusan PTN lebih mudah diterima kerja, iya khan?

Tetapi kamu pasti tahu dong, saingan kamu untuk masuk PTN pasti banyak banget. Mereka juga punya alasan yang lebih kurang sama dengan kamu. Tapi mudah-mudahan sih cita-cita kamu kesampaian ya bisa masuk PTN. Tetapi, kalau tidak kesampaian bagaimana?

Untuk itulah, kamu perlu punya rencana cadangan. Jangan sampai di tahun 2020 sudahlah kamu tidak berhasil masuk PTN, PTS pun kamu terlewatkan kesempatannya. Ternyata, memang nggak mudah merancang masa depan, ya…Perlu persiapan juga, nggak bisa serba dadakan.

Berikut ini adalah sejumlah tips bagi kamu dalam memilih jurusan yang tepat di suatu perguruan tinggi swasta. Harapannya adalah tips ini bisa sedikit menolong kamu yang lagi hunting mencari jurusan kuliah di tahun 2020 ini.

 

Tips Memilih Jurusan Kuliah di Perguruan Tinggi Swasta

 

Memilih jurusan buat kuliah itu susah-susah gampang. Jika kamu sudah punya pilihan tertentu sesuai minat dan bakat kamu, tentu akan sangat mudah. Tetapi bagi yang belum tahu minat dan bakat kamu sendiri, sudah kebayang susahnya, khan?

Padahal kamu sudah menghabiskan waktu 12 tahun di sekolah dasar dan menengah. Mestinya kamu sudah tahu dong minat dan bakat kamu, he..he..he…Tetapi, don’t worry jika kamu masih belum tahu juga atau masih bingung. Nih ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti:

 

1. Jika kamu punya hobi tertentu, kamu bisa pilih jurusan yang ada kaitannya dengan hobi kamu. Karena kamu suka (hobi) dengan sesuatu, harapannya kuliah kamu nanti akan lancar karena melakukan sesuatu yang kamu suka. Masuk akal, khan?

Misal, kamu hobi menggambar. Kamu bisa memilih Jurusan Arsitektur di perguruan tinggi. Kamu hobi berorganisasi, kamu bisa memilih Jurusan Manajemen. Kamu hobi ngutak-ngatik motor, kamu bisa memilih Jurusan Otomotif. Dan seterusnya…

 

2. Jika kamu punya hobi tertentu, tetapi pingin banget bisa kuliah di jurusan yang tidak sesuai hobi, bagaimana? Alasannya, hobi khan bisa terus dijalani sambil kuliah, dan kuliah di jurusan ini sangat prospektif di masa depan yang akan sarat dengan AI, IoT dan Big Data (misal lho ya…)

Bisa saja. Yang perlu kamu ingat mulai sekarang, bahwa keberhasilan di perkuliahan tidak semata-mata tergantung pada “kuliah harus sesuai minat dan bakat (termasuk hobi)”. Karena kamu punya yang namanya Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences).

Apa itu Kecerdasan Majemuk? Istilah ini dikenalkan pertama kali oleh Howard Gardner dari Harvard University, USA. Awalnya dia mengenalkan 6 jenis kecerdasan manusia, namun sekarang telah berkembang menjadi 9 jenis.

 

(Baca juga: Jurusan Kuliah Teknik yang Cocok untuk Wanita dan Prospek Kerjanya)

 

Apa saja 9 jenis kecerdasan itu? Ada kecerdasan bahasa, kecerdasan logis matematis, kecerdasan visual spasial, kecerdasan musikal, kecerdasan kinestetik, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan naturalis dan kecerdasan eksistensial.

Seluruh kecerdasan itu bisa dipelajari dan diasah. Kuliah di jurusan apa pun sebenarnya adalah mempelajari dan mengasah satu atau lebih kecerdasan di atas. Menurut Dr. Valentine Dmitriev di dalam bukunya Smart Baby, Clever Child, ada 2 faktor penentu kecerdasan. Yang pertama faktor keturunan (genetik), yang kedua faktor lingkungan.

Untuk faktor genetik, tidak ada yang bisa kamu lakukan di situ. Tetapi untuk faktor lingkungan, ada banyak hal yang bisa dilakukan di situ. Dan terutama dengan faktor lingkungan itulah kecerdasan kamu dibentuk.

Misalkan kamu mengambil kuliah di Jurusan Manajemen. Sehari-hari kamu akan terpapar oleh hal-hal yang berbau manajemen (ini adalah “lingkungan” yang dimaksud itu). Dalam proses belajar-mengajar di dalam kelas, dalam kegiatan di luar kelas (seperti seminar, kerja praktek, tugas dan lain-lain). Dalam 4 tahun, kelak kecerdasan kamu akan berkembang dan kelak kamu juga akan lulus dengan nilai memuaskan atau bahkan Cum Laude!

 

3. Sekarang mengenai hal-hal yang lebih teknis. Pastikan bahwa jurusan atau program studi (prodi) yang kamu sukai di perguruan tinggi swasta pilihan kamu telah memperoleh akreditasi dari BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).

Fungsi utama dari BAN PT itu adalah membantu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam melakukan salah satu kewajibannya, yakni menilai mutu dari suatu perguruan tinggi, baik PTN, kedinasan, keagamaan dan PTS. Menurut undang-undang, BAN PT ini adalah satu-satunya pihak yang berhak menilai mutu perguruan tinggi di Indonesia.

Di samping itu, kamu juga harus mengecek akreditasi institusi perguruan tingginya, apakah telah terakreditasi juga ataukah belum. Keduanya (jurusan + institusi) harus dipastikan sudah terakreditasi. Sebab, jika telah terakreditasi berarti menunjukkan kualitas yang terakui dari jurusan dan institusi perguruan tingginya.

Terlebih lagi jika kamu memiliki cita-cita ingin menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara), PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau bekerja di suatu badan usaha milik negara setelah lulus kuliah nanti, maka kamu sebaiknya memilih jurusan dan institusi perguruan tinggi swasta yang telah terakreditasi minimal B, atau lebih baik lagi A.

Sebagai informasi saja buat kamu, saat ini ada 3 jenis penilaian akreditasi perguruan tinggi swasta dan negeri di Indonesia yang diterbitkan oleh BAN PT. Yakni, akreditasi A (Sangat Baik), B (Baik) dan C (Cukup).

Menurut Buku Statistik Pendidikan Tinggi 2018, sampai dengan akhir tahun 2018 kemarin ada sekitar 4.670 perguruan tinggi di wilyah Indonesia, dengan 3.171 di antaranya adalah PTS. Namun demikian, dari jumlah sebanyak itu hanya 1.777 PTN dan PTS yang berterakreditasi, yakni 73 institusi telah berkreditasi A, 636 institusi berakreditasi B dan 1.068 institusi berakreditasi C.

Nah berikut ini adalah hal yang penting kamu perhatikan. Jika suatu jurusan di sebuah PTS mempunyai nilai akreditasi yang sama dengan jurusan atau prodi sejenis di sebuah PTN, hal ini sebenarnya menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua PTS dan PTN tersebut.

Untuk memberikan contoh saja mengenai PTS yang telah terakreditasi keduanya (jurusan & institusi) adalah Institut Teknologi Indonesia (ITI). Jurusan atau program studi di ITI per tahun 2020 ini telah memiliki nilai akreditasi yang mayoritas bernilai B. Selain itu, secara institusi ITI sendiri telah terakreditasi B juga oleh BAN PT.

 

 

4. Kamu hendaknya jangan mudah tergoda dengan penawaran biaya kuliah yang murah. Bisa saja kamu akan menyesal kemudian setelah masuk kuliah nantinya. Karena, bisa saja biaya kuliah semurah itu masih belum mencakup biaya praktek (jika ada praktikum), biaya ujian tengah semester, biaya ujian akhir semester dan biaya-biaya lainnya.

Sehingga jika ditotal-total, per semester nantinya mungkin saja total biaya akan sama atau bahkan lebih tinggi daripada yang ditawarkan PTS lainnya untuk jurusan yang sama. Jika sudah begini, kamu hendaknya lebih teliti lagi melihat biaya-biaya lainnya yang mungkin ada, namun tidak disampaikan di awal.

Selain itu, penting pula ditanyakan ada-tidaknya uang pangkal, uang gedung atau uang sumbangan pendidikan dan lain-lain. Biasanya biaya-biaya tersebut bisa mencapai jumlah yang relatif besar. Begitu juga, apakah biaya-biaya itu bisa dicicil atau tidak? Bila bisa dicicil, berapa lamakah hingga dapat lunas hingga seluruhnya?

 

5. Selanjutnya yang juga perlu kamu tanya secara langsung ke jurusan atau program studi di PTS pilihan kamu adalah ada-tidaknya jaringan/ikatan alumni di jurusan tersebut. Jika mereka telah memiliki ikatan alumni yang kuat, hal ini bisa membantu kamu untuk bisa segera memperoleh pekerjaan setelah kamu lulus. Seringkali bahkan sebelum kamu menyelesaikan pendidikan di kampus.

Hal itu bisa terwujud jika kamu memiliki hubungan yang baik dengan ikatan alumni kamu nantinya. Biasanya ikatan emosi di antara para alumni kuat sekali, terutama di kalangan alumni perguruan tinggi swasta. Kemungkinan bahkan lebih kuat dibandingkan di kalangan alumni perguruan tinggi negeri.

 

6. Kadang-kadang untuk mengetahui gambaran citra baik suatu jurusan atau program studi tersebut di masyarakat atau stake holder lainnya, bisa ditanyakan juga secara langsung berapa lamakah waktu tunggu seorang alumni jurusan di PTS itu hingga berhasil mendapat pekerjaan pertamanya setelah lulus? Data ini tentunya sudah dimiliki oleh jurusan atau program studi di PTS pilihan kamu.

Kamu jangan mengira lho, bahwa lulusan PTS mesti menunggu lebih lama dibandingkan lulusan PTN dalam mendapatkan pekerjaan pertamanya setelah lulus. Tidak jarang bahkan, lulusan PTS itu mendapat pekerjaan pertama lebih cepat daripada lulusan jurusan yang sama di suatu PTN. Kamu bisa mencari informasi mengenai hal ini di situs resmi jurusan/PTS tersebut.

 

7. Yang terakhir, khusus bagi kamu yang juga lagi memburu beasiswa yang ada di jurusan suatu PTS yang kamu incar. Kebanyakan siswa SMA belum mendengar ada sebuah beasiswa yang namanya Beasiswa Bidikmisi. Beasiswa ini berasal dari pemerintah.

Khusus bagi kamu yang berprestasi baik (secara akademik di SMA) namun memiliki keterbatasan dalam hal kemampuan finasial untuk melanjutkan kuliah, Beasiswa Bidikmisi ini memberikan kamu beasiswa secara penuh selama 4 tahun hingga kamu menyelesaikan pendidikan kamu di suatu perguruan tinggi.

 

(Baca juga: Tips Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah di Tahun 2020).

 

Hanya saja, kebanyakan siswa SMA berpikiran bahwa Beasiswa Bidik Misi ini hanya untuk melanjutkan kuliah di PTN saja, padahal kenyataannya tidaklah demikian. Kamu bisa saja langsung menuliskan nama PTS yang kamu sukai untuk melanjutkan kuliah S1 ketika melamar beasiswa tersebut di situs mereka (kamu bisa cari di mbah Google mengenai situs resmi tempat melamar beasiswa ini).

Tentunya kamu sudah bisa membayangkan, sebagian besar siswa SMA akan berebut tempat di PTN ketika melamar kuliah dengan beasiswa ini. Kamu mesti berkompetisi dengan ratusan hingga ribuan orang untuk mendapatkan satu kursi di PTN. Bukankah lebih baik kamu langsung melamar ke PTS yang kamu inginkan, di mana persaingan pasti akan jauh lebih sedikit, khan?

Untuk kamu ketahui, ITI sendiri setiap tahun mendapatkan jatah untuk menyediakan kursi bagi sejumlah pelamar beasiswa Bidik Misi di kampus ITI ini. Sayang khan jika kesempatan emas ini kamu lewatkan.

Secara kualitas, jurusan atau program studi di kampus ITI telah berakreditasi minimal B dan secara institusi pun telah berakreditasi B. Karena alasan inilah Kemendikbud (dahulu Kemenristekdikti) pun memberi kepercayaan kepada ITI dengan memberikan beasiswa Bidik Misi ini.

Demikianlah sejumlah tips dalam memilih jurusan yang tepat bagi kamu di tahun 2020 nanti. Tentu saja kamu masih bisa menambah dengan beberapa pertimbangan lainnya, seperti lokasi kuliah, fasilitas yang dimiliki, ranking perguruan tinggi tersebut dan lain sebagainya.

Namun ketujuh poin tersebut kelihatannya sudah mencukupi untuk mengawali proses persiapan kamu dalam memilih jurusan di sejumlah perguruan tinggi swasta dalam setengah tahun ke depan. Terutama sebagai rencana cadangan kamu jika belum berhasil menembus tempat di PTN. Atau bahkan setelah membaca tips ini barangkali kamu ingin langsung menetapkan suatu PTS tertentu sebagai tujuan utama kuliah kamu nantinya.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan