mencari_beasiswa_kuliah_ini_caranya
04 Des 2019

Tips Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah Tahun 2020

Beritahu teman
>>>
Salah satu yang sering diburu calon lulusan atau lulusan SMA selain jurusan favorit di universitas ternama, adalah juga beasiswa kuliah. Khususnya beasiswa untuk kuliah S1 di universitas dalam negeri. Bermacam-macam alasan mereka untuk mendapatkan beasiswa kuliah ini. Di antaranya yang paling sering mengemuka adalah untuk meringankan beban orang tua.

Tidak salah juga sih jika kamu beralasan seperti itu. Tetapi tahukah kamu, bahwa pemberi beasiswa tidak selalu memprioritaskan untuk menerima pelamar beasiswa dengan motivasi seperti itu? Hal itu akan tergantung kepada jenis beasiswanya, maka yuk kamu pelajari dulu berbagai jenis beasiswa kuliah yang ditawarkan untuk kuliah di universitas dalam negeri impian kamu.

 

Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah

 

Berikut ini beberapa tips yang bisa membantu kamu mendapatkan beasiswa kuliah yang kamu inginkan, terutama untuk kuliah di universitas dalam negeri yang kamu idamkan di tahun 2020:

 

1. Pelajari dan Ketahui Berbagai Jenis Beasiswa Kuliah yang Ada

 

Pertama, beasiswa untuk kuliah di universitas dalam negeri yang bersifat beasiswa penuh (full). Beasiswa jenis ini ada yang berasal dari pemerintah (baik pusat maupun daerah) dan ada yang berasal dari non-pemerintah, seperti universitas itu sendiri (baik universitas negeri /PTN atau universitas swasta/PTS), yayasan, dan perusahaan swasta. Beasiswa penuh ada yang bersifat mengikat (ikatan dinas) dan ada yang tidak mengikat (tanpa ada keharusan bekerja kepada pemberi beasiswa setelah lulus kuliah).

Maksud dari beasiswa penuh di sini adalah si pemberi beasiswa akan membiayai semua biaya kuliah di suatu universitas secara penuh selama 4 tahun (untuk jenjang S1) dan 3 tahun (untuk jenjang D3). Di samping itu, pemberi beasiswa biasanya juga akan memberikan uang saku tiap bulan, biasanya berkisar antara Rp500.000 hingga Rp1.000.000 hingga lulus.

 

(Tidak suka membaca? Tonton versi video dari tulisan ini: Tips Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah)

 

 

Contoh beasiswa penuh adalah Beasiswa Bidikmisi yang diberikan oleh pemerintah, yakni dari Kemenristek. Beasiswa ini adalah untuk kuliah jenjang S1 di universitas dalam negeri. Pencari beasiswa bisa melamar secara online melalui websitenya (silakan googling di Mbah Google sendiri dulu ya). Universitas yang menjadi tujuan kuliah kamu pun bisa kamu pilih nantinya, apakah mau ke universitas negeri atau universitas swasta.

Sebagai bahan pertimbangan saja buat kamu yang ingin mendapatkan Beasiswa Bidikmisi ini, jika kamu memilih ke universitas negeri tentunya kamu nanti akan bersaing dengan ratusan bahkan ribuan orang dari seluruh Indonesia yang juga memilih ke universitas negeri yang sama dengan pilihan kamu. Namun jika kamu pilih universitas swasta, seperti ke Institut Teknologi Indonesia (ITI) di Serpong, Tangerang Selatan ini atau ke universitas swasta yang lainnya, maka kemungkinan besar kamu akan bersaing dengan jauh lebih sedikit orang.

 

(Update: Beasiswa Bidik Misi ternyata telah dihapus tahun ini. Sebagai alternatif lainnya adalah Beasiswa KIP-Kuliah dari pemerintah mulai tahun 2020 ini bagi siswa SMA/SMK/MAN yang akan lulus tahun ini atau telah lulus 2 tahun terakhir ini. Baca juga: Pendaftaran dan Syarat Mendapatkan Beasiswa KIP-Kuliah Tahun 2020).

 

Dari dua pilihan di atas itu, kira-kira pilihan mana yang lebih baik yang akan kamu pilih? Tentunya kembali lagi kepada motivasi yang mendasari kamu untuk mendapatkan beasiswa kuliah, bukan? Jika motivasi terkuat kamu dalam mendapatkan beasiswa kuliah adalah dalam rangka meringankan beban orang tua, tentunya yang terpenting adalah kamu berhasil mendapatkan beasiswa kuliah tersebut, khan?

Namun kalau motivasi terkuat kamu adalah demi gengsi, di samping juga keinginan untuk meringankan beban orang tua kamu, maka kemungkinan besar kamu akan memilih universitas negeri sebagai tujuan kuliah kamu. Namun, perlu kamu ketahui juga, bahwa setelah adanya sistem akreditasi universitas oleh BAN PT yang menunjukkan kualitas suatu universitas (yang berlaku bagi universitas negeri maupun swasta), maka tidak ada lagi perbedaan signifikan antara institusi atau jurusan di universitas negeri dan swasta selama keduanya memiliki nilai akreditasi yang sama.

 

 

Beasiswa Bidikmisi ini tidak bersifat mengikat (tidak berikatan dinas). Artinya, selesai kuliah nanti kamu dibebaskan untuk bekerja ke mana pun, tidak ada keharusan untuk menjadi aparatur sipil negara atau pegawai negeri sipil di suatu kementerian. Kamu boleh juga melamar untuk bekerja di perusahaan swasta atau bisa juga menjadi seorang pengusaha atau bahkan menjadi Youtuber jika kamu memang memiliki hobi dan bakat di situ sejak sekolah atau kuliah.

Sedangkan beasiswa penuh yang bersifat mengikat (berikatan dinas) contohnya adalah beasiswa yang disediakan oleh lembaga kedinasan pemerintah, seperti Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) dan lain sebagainya. Kamu bisa googling untuk mencari beasiswa kedinasan seperti ini di Mbah Google atau Yahoo.

Adapun contoh dari beasiswa penuh yang berasal dari universitas / perusahaan / yayasan adalah seperti yang diberikan kepada beberapa orang yang telah menjadi mahasiswa di Program Studi Teknik Elektro, ITI tahun ajaran 2019/20 ini. Mereka ini mendapatkan beasiswa penuh selama 4 tahun yang bersifat tidak mengikat dari PT Bara Adipratama dan Ikatan Alumni Teknik Elektro ITI. Hanya saja, kesempatan mendapatkan beasiswa penuh dari Prodi Teknik Elektro ini agak langka, karena baru dibuka kembali pada tahun 2023 saat penerima beasiswa yang sekarang diharapkan telah lulus semua pada tahun itu.

 

(Baca juga: Inilah Para Penerima Beasiswa Full Kuliah Gratis Ikatan Alumni Elektro ITI 2019)

 

Kedua, beasiswa kuliah tidak penuh. Bentuk dari beasiswa tidak penuh ini bisa berupa potongan 100%, 75% atau 50% terhadap uang pangkal / uang masuk suatu universitas (biasanya di universitas swasta). Adapun syarat mendapatkan beasiswa jenis ini biasanya adalah prestasi akademis, seperti nilai rata-rata UN minimal 8 (untuk mendapatkan potongan 100%).

Bisa juga berupa prestasi non akademis, seperti juara 1 nasional pencak silat atau juara 1 nasional MTQ atau juara 1 nasional Abang dan None Betawi (mendapatkan potongan 100%). Namun demikian, uang SKS atau uang SPP kuliah masih tetap kamu bayarkan sendiri setiap semester karena biasanya tidak termasuk ke dalam beasiswa jenis tidak penuh ini.

Beasiswa tidak penuh bisa juga berupa pemberian uang saku bulanan kepada mahasiswa aktif yang besarnya variatif tergantung kebijakan pemberi beasiswa, semisal Rp500.000 per bulan yang diberikan akumulatif di tiap akhir semester. Biasanya untuk mendapatkan beasiswa kuliah jenis ini kamu harus memenuhi persyaratan tertentu, seperti Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimum 3,00 dan IPK tersebut harus dipertahankan setiap semester sebagai syarat tetap mendapatkan beasiswa ini di semester berikutnya.

Beasiswa tidak penuh berupa uang saku bulanan ini hampir selalu diberikan kepada mahasiswa aktif yang telah kuliah di universitas tertentu selama 2 semester awal mereka kuliah (diberikan mulai semester ke-3 hingga maksimal di semester ke-8 saat waktunya lulus untuk jenjang kuliah S1). Beasiswa jenis ini pada umumnya bisa ditemui di setiap universitas, baik negeri maupun swasta.

Mengenai sumbernya bisa berasal dari pemerintah, seperti pemerintah daerah setempat atau dari perusahaan-perusahaan, seperti perusahaan swasta, bank, BPJS atau perusahaan BUMN lainnya. Atau bahkan bersumber dari suatu yayasan, seperti Yayasan Kasih, Dompet Dhuafa, Yayasan Supersemar, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, jika kamu mengincar beasiswa berupa uang saku bulanan ini kamu harus bisa masuk dan terdaftar lebih dahulu sebagai mahasiswa di suatu universitas. Lumayan khan jika kamu bisa mendapatkan uang saku bulanan Rp1.000.000, kemungkinan besar penghasilan dari beasiswa tidak penuh ini bisa menutupi biaya kuliah kamu sampai kamu lulus.

Jikalau ada kekurangan dari beasiswa uang saku bulanan yang kamu terima itu pun, kekurangannya juga mungkin tidak akan terlalu besar sehingga masih bisa kamu tutupi dari pekerjaan sampingan yang bisa kamu lakukan sambil kuliah, seperti berbisnis online, mengajar bimbel, jualan cilok, ngojek motor atau mobil online Grab / Gojek dan lain sebagainya.

 

2. Penuhi Semua Persyaratan Administratif yang Diminta Pihak Pemberi Beasiswa

 

Seluruh persyaratan beasiswa biasanya dapat kamu ketahui dari website, selebaran, brosur atau poster yang mengandung penawaran beasiswa tersebut. Jangan kaget jika kamu akan mendapati 20 persyaratan di situ!

Salah satu yang menghambat kamu dari keberhasilan untuk mendapatkan beasiswa kuliah adalah mental kamu sudah jatuh duluan melihat betapa banyaknya persyaratan yang harus kamu penuhi. Tetapi, tahukah kamu bahwa boleh jadi itu adalah langkah awal dari pihak pemberi beasiswa kuliah untuk memastikan pelamar beasiswa mereka adalah orang-orang terbaik dari segi mental, prestasi akademis atau pun non akademis?

 

(Baca juga artikel terkait wawancara beasiswa: Tips Sukses Interview Kerja Bagi Fresh Graduate)

 

Nah, jangan patah semangat atau melempem duluan! Baca baik-baik semua persyaratan yang diminta dan mulailah cicil untuk dipenuhi satu per satu hingga seluruh persyaratan siap kamu email atau kirim lewat pos sesuai instruksi. Besar kemungkinan, apabila kamu berhasil melewati rintangan pertama ini mereka akan memanggil kamu untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya. Karena mereka telah berhasil kamu yakinkan bahwa kamu adalah orang yang pantang menyerah dan berkemauan kuat di rintangan pertama, sehingga layak untuk maju ke ronde berikutnya.

 

3. Jangan Hanya Melamar Satu Jenis Beasiswa Saja

 

Meskipun pemberi beasiswa senantiasa mensyaratkan “tidak sedang menerima beasiswa lain” bagi penerima beasiswa kuliah mereka, namun bagi kamu yang “belum” menerima beasiswa kuliah apa pun saat ini, dan sedang berjuang mendapatkan salah satunya, kamu tetap sangat disarankan untuk tidak hanya melamar satu jenis beasiswa saja.

Rezeki memang telah diatur oleh Allah Yang Maha Kuasa. Termasuk persoalan beasiswa ini. Namun upaya-upaya, langkah-langkah dan strategi untuk mendapatkannya adalah berada dalam wilayah kemampuanmu, bukan? Jika semakin banyak beasiswa yang kamu lamar akan semakin meningkatkan peluang kamu mendapatkan beasiswa kuliah yang kamu idamkan, mengapa tidak kamu coba melamar lebih dari satu jenis beasiswa?

Dan pada akhirnya ketika kamu diharuskan memilih salah satu beasiswa oleh dua atau lebih pihak pemberi beasiswa, maka pilihlah yang terbaik menurut kamu. Yang terpenting adalah berjuang semaksimal mungkin terlebih dulu, jangan hanya pasrah kepada “takdir”. “Take ownership of your dream and your belief”, kamulah yang memiliki dan memutuskan terwujudnya mimpi-mimpi dan keyakinan kamu, bukan orang lain. Karena sesungguhnya kamulah yang akan menjalani hidup kamu nantinya berdasarkan mimpi dan keyakinan kamu.

Demikianlah 3 tips cara mendapatkan beasiswa kuliah idaman kamu untuk kuliah di sebuah universitas dalam negeri. Mudah-mudahan apa yang kamu cita-citakan tercapai. Jangan lupa untuk senantiasa mensyukuri apa yang telah kamu dapatkan selama ini. Andaikata, sekali lagi andaikata, kamu masih belum berhasil mendapatkan beasiswa kuliah yang kamu inginkan tahun ini, coba usahakan lagi tahun depan. Peluang keberhasilan tentu akan lebih besar, karena kamu telah berpengalaman di tahun ini. Semoga bermanfaat.

Comment List

Tinggalkan Balasan