tips_mendapatkan_beasiswa_s2_s3_dalam_negeri_luar_negeri_lpdp
04 Mar 2020

Tips Agar Lolos Seleksi Beasiswa LPDP

Beritahu teman

>>>
Bagaimana caranya untuk sukses mendapatkan beasiswa LPDP, baik untuk melanjutkan kuliah S2 atau S3 di dalam negeri maupun luar negeri? Pertanyaan ini mestinya seringkali muncul di benak para pemburu beasiswa LPDP. Memang tidak mudah menjawabnya, namun berikut ini ada beberapa tips agar kamu bisa lolos seleksi untuk mendapatkan beasiswa LPDP tersebut.

Tips-tips ini dikemukakan oleh Lukito Edi Nugroho , Ph.D (Dosen di DTETI, UGM, Yogyakarta) dalam sebuah seminar di Perpustakaan FT, UGM, Yogyakarta. Beliau telah berpengalaman beberapa tahun menjadi pewawancara para pelamar dalam seleksi beasiswa TPSD tersebut. Silakan simak rangkuman penjelasan beliau berikut ini, atau bisa juga kamu langsung tonton videonya di bawah ini untuk lebih detailnya.

Menurut beliau, untuk mendapatkan beasiswa S1, S2 atau S3 di dalam negeri / luar negeri, apa pun itu (termasuk LPDP), kamu mesti mampu membuat si pemberi beasiswa merasa harus memberikannya kepada kamu. Agar timbul perasaan ini maka kamu juga mesti membuatnya merasa bahwa kamu memiliki nilai/visi/tujuan yang sama dengan mereka. Bingung? He..he..he..silakan dicerna pelan-pelan aja ya, insya Allah mindset (logika berpikir) ini mudah untuk kamu pahami, kok…

 

 

Mindset di atas perlu disamakan dulu agar kamu lebih tepat dalam merumuskan langkah-langkah mendapatkan beasiswa LPDP impian kamu. Tentunya sebelum melakukan langkah-langkah apa pun, mindset yang benar mesti kamu pahami lebih dulu.

Nah, setelah kamu memahami mindset tersebut, baru berikutnya bagaimana langkah-langkahnya agar kamu dapat lolos seleksi mendapatkan beasiswa LPDP? Ini dia langkahnya:

 

1. Menyelaraskan cara pandang kamu dengan pemberi beasiswa

 

LPDP dikenal memiliki nilai-nilai berikut; integritas, nasionalisme, dan bagaimana kamu bisa memberi kontribusi kepada masyarakat. Dengan mengetahui hal ini, otomatis sebagai pelamar beasiswa kamu harus menyesuaikan diri dengan nilai-nilai tadi.

Kenapa? Karena LPDP secara eksplisit telah mengatakan “Beasiswa ini adalah untuk future leader” sehingga nilai-nilai leadership (kepemimpinan) tadi harus terlihat sangat menonjol dalam diri kamu.

Tentu pihak pemberi beasiswa tidak mungkin akan memberikannya kepada orang yang tidak tepat sasaran, dalam hal ini adalah orang-orang yang tidak memiliki nilai-nilai tadi.

 

2. Memenangkan perhatian pemberi beasiswa

 

Untuk bisa memenangkan perhatian maka kamu mesti terlihat dan terasa berbeda dari yang lain. Agar tampak berbeda maka kamu harus bisa membuat pemberi beasiswa memiliki persepsi tertentu mengenai kamu. Caranya adalah dengan memberi pencitraan yang baik (tentunya mesti juga selaras dengan nilai-nilai yang dianut LPDP).

Persoalannya kemudian, bagaimana agar kamu tampak berbeda dari yang lain? Ada beberapa aspek yang bisa kamu coba untuk kamu tonjolkan. Semakin banyak aspek yang bisa kamu rangkum, maka perbedaan yang bisa kamu jual akan semakin tebal.

Berikut ini aspek-aspek pembeda yang bisa kamu tonjolkan agar kamu berbeda dari yang lainnya:

A. Tunjukkan prestasi yang terkait akademik kamu
B. Tunjukkan prestasi non-akademik kamu
C. Tunjukkan kepekaan sosial kamu
D. Tunjukkan kepemimpinan kamu
E. Tunjukkan keaktifan kamu dalam berorganisasi
F. Tunjukkan kemampuan kamu untuk survive dalam menghadapi kesulitan
G. Tunjukkan bakat bawaan yang kamu miliki
H. Tunjukkan cara pandang kamu yang khas terhadap suatu persoalan

 

3. Meski aspek-aspek pembeda di atas atau perbedaan kamu dengan yang lain menjadi poin penting, namun kamu juga harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

 

– Kamu tidak bisa tiba-tiba berbeda dengan yang lain dalam waktu semalam. Maksudnya, kamu butuh waktu untuk menjadi berbeda, perlu adanya track record yang jelas dalam hidup kamu sebenarnya. Mengarang cerita yang tidak ada faktanya tentang diri kamu tentu akan menjadi penyesalan buat kamu nantinya.

– Perbedaan diri kamu dengan yang lainnya tentu harus disiapkan perbedaan itu. Tidak muncul secara kebetulan atau sim salabim. Untuk itu gali lagi lebih dalam atau renungi apa saja yang bisa kamu tonjolkan sebagai aspek pembeda kamu dengan sebenarnya.

– Tunjukkan perbedaan-perbedaan yang kamu miliki itu secara jelas sehingga pihak pemberi beasiswa bisa melihatnya atau membacanya lewat CV, dokumen-dokumen dan pada saat wawancara.

 

(Selanjutnya, silakan tonton video di atas untuk tips-tips selengkapnya)

 

Sebagai tambahan informasi, beasiswa LPDP diberikan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang bernaung di bawah Kementerian Keuangan RI. Tugasnya antara lain mengelola dana-dana pendidikan.

Program beasiswa ini merupakan 1 dari 3 program utama dari lembaga tersebut. Program beasiswa masuk ke dalam program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dalam rangka menyiapkan pemimpin & profesional negara di masa depan. Ada 3 jenis beasiswa, yakni Umum, Afirmasi dan Targeted Group. Bagi kamu yang pernah mendapat beasiswa Bidik Misi sewaktu kuliah S1, bisa melamar Beasiswa Alumni Bidik Misi (yang masuk dalam jenis Beasiswa Afirmasi LPDP) untuk melanjutkan ke jenjang S2 kamu.

Dua program lainnya adalah Riset Pembangunan Indonesia dan Pengelolaan Dana (Investasi). Hingga saat ini (1 Januari 2020) terdapat 24.936 penerima beasiswa, 5.634 awardee afirmasi, 9287 alumni dan 219 riset didanai oleh LPDP.

 

Sumber: Perpustakaan FT Channel di Youtube

One Comment

  • [email protected] selvana 30 Juli 2020

    Mohon bantu kami untuk mendapatkan kartu KIP supaya anak saya bisa terus sekolah

    Reply

Tinggalkan Balasan