Info Prodi
Rabu, 26 Jun 2024
  • 2 dari 8 Alasan Anak SMK & MAK Perlu Lanjut Kuliah di Prodi Teknik Elektro ITI: 1) Nggak perlu hebat dulu untuk bisa kuliah di sini, 2) Biaya kuliah bisa nyicil per bulan (bunga 0%).
2 Januari 2024

Penerapan Internet of Things (IoT) dalam Bisnis dan Tantangannya

Selasa, 2 Januari 2024 Kategori : Artikel Ilmiah

Artikel ini menjelaskan manfaat dan contoh penerapan / implementasi IoT (Internet of Things) dalam bisnis, khususnya manufaktur serta kesempatan dan tantangan untuk menerapkan IoT dalam bisnis.

Manfaat penerapan IoT dalam bisnis dia antaranya adalah bisa meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, menciptakan peluang bisnis baru, mengurangi downtime, memaksimalkan pemanfaatan aset, dan meningkatkan inovasi produk (Sumatosoft.com, 2023). Dalam buku laporan McKinsey & Company yang berjudul “The Internet of Things: Catching Up to an Accelereating Opportunity” yang ditulis oleh Mark Patel, Michael Chui, dan Mark Collins pada November 2021, pada tahun 2030, diperkirakan IoT dapat menghasilkan nilai ekonomi sebesar $5,5 triliun hingga $12,6 triliun secara global, terutama dalam aplikasi B2B (Business to Business). Meskipun ada kesempatan besar untuk penerapan IoT di bisnis, masih ada beberapa tantangan yang harus diatasi.

Contoh Penerapan IoT dalam Bisnis

Berikut ini adalah contoh-contoh penerapan IoT (Internet of Things) untuk memberdayakan manufaktur. Penerapan IoT menyebabkan revolusi industri lainnya. Alasannya sederhana: perangkat kecil yang terhubung ke internet meningkatkan produktivitas, meminimalkan pengeluaran tak terduga, dan mempengaruhi keamanan kerja:

a. Remote Process Monitoring (Monitoring Proses Jarak Jauh)

Pada proses manufaktur, sebagian besar proses berjalan otomatis dan bergantung pada perangkat lunak khusus agar terhindar dari kesalahan manusia. Pekerjaan yang bersifat rutin dapat dipercayakan kepada mesin yang dapat bekerja sepanjang waktu. Hal ini menawarkan produktivitas kerja yang lebih tinggi dengan biaya yang lebih rendah. Hal ini semua dapat dihubungkan dalam jaringan sehingga pemantauan proses manufaktur dapat dilakukan dari jarak jauh.

b. Inventory Management System (Sistem Manajemen Inventori)

Dalam pengelolaan suplai untuk manufaktur dapat ditambahkan barcode atau RFID pada setiap material bahan baku. Dengan penambahan ID ini, dapat dilakukan pengelolaan inventory yang jauh lebih baik, baik dalam penempatan, monitoring ketersediaan, pelacakan pemakaian material dan menentukan kapan harus melakukan re-inventory.

Manajemen jarak jauh, otomatisasi proses, dan optimalisasi memberikan hasil yang signifikan. Efisiensi pabrik-pabrik ini semakin meningkat dengan penerapan sistem manajemen inventaris.

c. Pemeliharaan peralatan secara prediktif

Pabrik menginvestasikan jumlah uang yang mengesankan dalam perbaikan dan pemeliharaan peralatan. Selain itu, setiap jeda menghentikan produksi (downtime) merupakan kerugian uang yang signifikan. Namun, sensor yang terhubung pada peralatan dapat terus mengukur performa peralatan untuk mendeteksi setiap perubahan sebelum terjadi kerusakan. Jika cacat pada alat terdeteksi, sistem dapat menjadwalkan perawatan secara otomatis untuk memperbaikinya sebelum menjadi masalah. Dengan demikian pemeliharaan yang sifatnya prediktif dapat dilakukan.

d. Sistem keamanan cerdas

Sistem keamanan modern melakukan lebih dari sekadar memungkinkan pengamatan situasi dari kantor yang berbeda atau di gudang. Menggunakan kecerdasan buatan, kamera pintar dapat mengenali wajah dan memberi tahu jika ada orang asing yang memasuki ruangan dengan akses terbatas. Sensor dengan pengenalan kebisingan atau gerakan membantu mencegah perampokan dan meningkatkan keamanan fasilitas manufaktur secara keseluruhan.

e. Logistic Management (Manajemen Logistik)

Menghubungkan produsen dengan pengecer, sistem logistik dengan IoT memberikan banyak kemungkinan untuk meningkatkan keamanan dan keandalan. IoT dalam bisnis sudah memungkinkan hal ini.

Misalnya: Pelacakan pengiriman, sistem ini dapat melacak pesanan sudah sampai di mana pengirimannya. Sensor kecil dipasang agar dapat mengirim sinyal tentang lokasi barang yang sebenarnya dan memperkirakan waktu kedatangan. Mereka juga dapat melaporkan kondisi pengiriman (suhu, kelembaban, tingkat getaran, dan lain-lain) yang sangat bermanfaat saat menangani barang yang mudah rusak;

Contoh lainnya: Kontrol jarak tempuh dan biaya bahan bakar, sensor juga dapat mengontrol jarak tempuh kendaraan yang menentukan apakah pengemudi mematuhi rute yang telah ditentukan. Fitur ini, bersama dengan kontrol biaya bahan bakar, dapat membantu mengungkap pengemudi yang tidak dapat diandalkan yang menggunakan kendaraan untuk tujuan mereka sendiri.

Kesempatan dan Tantangan Penerapan IoT dalam Bisnis

Pada saat ini terdapat beberapa tantangan untuk pengembangan dan implementasi IoT, antara lain (Angelova, 2017) (Sharma, 2020):

  1. Fondasi jaringan – Batasan dari arsitektur internet saat ini dalam term mobilitas, ketersediaan, kemudahan pengelolaan dan scalability adalah beberapa penghalang utama untuk IoT.
  1. Mengelola Big Data – karena sejumlah besar devais yang saling berkomunikasi, data yang besar akan terakumulasi di mana hanya sedikit yang berguna, mengelola data besar ini adalah tantangan besar.
  1. Keamanan dan Privasi (Security and Privacy) – keamanan dan privasi adalah tantangan lainnya, karena setiap layer dari sistem IoT rentan terhadap serangan cyber / malware.
  1. Mengelola heterogenitas – mengelola heterogenitas aplikasi, environment dan devais membentuk tantangan utama.
  1. Standarisasi teknologi berbasis Internet – keamanan data dan perlindungan data, kualitas data, penggunaan standar dan protokol umum, interoperabilitas, masalah hukum, dan lain-lain.

Tantangan utama lain yang dihadapi Internet of Things adalah: membuat mekanisme pengalamatan umum untuk pengalamatan perangkat yang efektif, membuat perangkat tersemat tersedia dengan biaya rendah yang dapat lebih hemat energi dan lebih dapat diandalkan, menciptakan badan pengatur yang dapat mengatur penggunaan perangkat, membuat komunikasi yang cepat dan andal, meminimalkan beban pada server serta perangkat yang disematkan.

  1. Peningkatan produksi dan penyebaran perangkat ini memerlukan perusahaan dan pemerintah bersatu untuk menyelesaikannya dan menerapkan kebijakan untuk penggunaan Internet of Things yang tepat dan sah.
  1. Privasi menentukan aturan di mana data individu dapat diakses dan karenanya merupakan salah satu tantangan terbesar. Identifikasi dan pelacakan perangkat, semua tindakan yang dilakukan, pengumpulan data pribadi dari berbagai aplikasi membuat pengguna merasa seperti dimata-matai akan mengganggu privasi mereka.
  1. Keamanan adalah salah satu tantangan paling kritis yang harus dihadapi oleh Internet of Things. Koneksi broadband yang terjangkau dan berbiaya rendah serta kemampuan Wi-Fi di banyak perangkat merupakan prasyarat untuk pelokalan yang mudah di tempat umum, menjadikannya tidak terlindungi dan menjadi korban serangan dunia maya. Internet of Things memungkinkan pembagian data permanen antara obyek terkait dan mengidentifikasi tiga komponen utama yang memastikan keamanan – otentikasi, kerahasiaan, dan kontrol akses, dengan fokus khusus pada sistem IoT.
  1. Kompatibilitas. Produsen sensor berbeda yang disematkan pada perangkat pintar dan penyedia platform berbeda menggunakan protokol transfer data berbeda yang akan menyebabkan masalah komunikasi.
  1. Kompleksitas. Kesalahan dapat terjadi dalam sistem kompleks yang menghubungkan dan mengelola banyak obyek.

Selanjutnya, berikut ini adalah persiapan yang harus dilakukan untuk dapat menerapkan IoT dalam bisnis:

  1. Menetapkan tujuan bisnis
  2. Menentukan kebutuhan IoT dalam bisnis
  3. Membangun infrastruktur jaringan
  4. Memilih perangkat IoT yang tepat
  5. Memililh platform IoT
  6. Mengembangkan strategi keamanan sistem
  7. Mengembangkan kemampuan analisis data
  8. Melakukan pelatihan karyawan

Demikianlah pembahasan bagian ke-2 mengenai Pengantar mengenai Apa Itu IoT (Internet of Things) yang membahas lebih jauh mengenai implementasi IoT dalam bisnis dan tantangan penerapannya. Semoga dapat memberikan sedikit kontribusi pengetahuan dan pemahaman bagi pembaca yang budiman semua.

Disadur dari:

Indraswati, T. D. (2023). Internet of Things (IoT) dalam Bisnis. Di dalam: Bairizki, A.(Ed.) Pengantar Bisnis (Respons Dinamika Era Digital). Seval Literindo Kreasi (Penerbit SEVAL), Lombok Barat.

Keterangan:

Penulis Bab “Internet of Things (IoT) dalam Bisnis” dalam buku tersebut adalah Dr. Ir. Tris Dewi Indraswati, ST, MT yang juga dosen tetap Prodi Teknik Elektro Institut Teknologi Indonesia (website: https://el.iti.ac.id).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar