Distinguished Lecturer Program-ITI-Serpong-February-2020
13 Feb 2020

Metodologi Desain Buffer I/O IC (Sirkuit Terpadu) – Reportase Distinguished Lecturer Program 2020

Beritahu teman

>>>
Prof. Dr. Chua-Chin Wang dari National Sun Yat Sen University, Taiwan menyampaikan paparan mengenai Metodologi Desain Buffer I/O (Input/Output) Tegangan Campuran pada IC CMOS Skala Nano dengan sangat menarik. Ia mengatakan bahwa jumlah profesor di dunia yang meneliti persoalan desain input/output IC tersebut hanya 5 orang saja. Sehingga nyata betul bahwa ia merupakan seorang pembicara yang sangat kompeten di bidangnya.

Beberapa hal menarik terkait tema Nano-scale CMOS Mixed-voltage Digital I/O Buffer Design Methodology dan Development of AI SOC for Underwater Vehicles yang disampaikannya dalam event Distinguished Lecturer Program ini antara lain:

> 3 teknologi utama untuk mengecek DDR compliance.

> Kebocoran merupakan persoalan utama pada teknologi skala nano.

> I/O adalah bangunan dasar dari sebuah IC. Ia memberikan driving currents, menerima sinyal dari luar dan menyediakan ESD protection.

> Biaya juga merupakan isu utama, yakni: reduce of the number of discretes, enhance yield by adding ESD protection.

Saat menjelaskan Sensor / Deteksi Obyek menggunakan AI pada Kendaraan tanpa Awak Bawah Air, Prof. Wang juga memutarkan video dokumentasi yang memperlihatkan kendaraan seberat 200 kg yang dikembangkannya mampu mendeteksi sejumlah obyek di bawah air dengan keterbatasan database gambar obyek bawah laut yang dimiliki.

Kemampuan deteksi obyek tersebut bisa diperoleh dengan memanfaatkan metode pengenalan obyek tercanggih berbasis AI / deep-learning yang dikembangkan timnya yang terdiri dari 10 profesor dan 50-an mahasiswa S3 dan S2-nya. Ke depannya ia juga berencana mengembangkan kendaraan yang sejenis namun dengan desain berbeda, yakni untuk membawa 2 orang penumpang dengan kemampuan menyokong kehidupan penumpangnya di bawah laut selama 3 hari.

Dalam pendahuluannya di awal, Prof. Wang juga menjelaskan mengenai IEEE Circuit and Systems Society (IEEE CASS). Sejumlah hal yang disampaikannya antara lain:

1. Jumlah anggota IEEE turun dalam 5 tahun terakhir. Anggotanya sekarang sekitar 300.000 sedunia.

2. Jika bisa publish di salah satu Jurnal IEEE maka level penulisnya seperti mahasiswa S3 di MIT atau kampus-kampus teratas dunia lainnya. Dan jika bisa tampil di salah satu IEEE Conference (utk mahasiswa S2/S3) maka seperti mahasiswa S2/S3 di mana saja di dunia.

3. Anggota IEEE yang mahasiswa bisa men-download semua jurnal terbitan IEEE secara gratis.

4. Pembagian IEEE region: Region 1-7: Amerika Serikat, Region 8: Eropa, Region 9: Amerika Selatan, Region 10: Asia Pasifik.

Acara pada hari Jumat 7 Februari 2020 di Gedung Bakrie, Kampus ITI, Serpong tersebut alhamdulillah juga dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa dari 4 universitas undangan, yakni Universitas Pamulang, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Universitas Budi Luhur dan Swiss German University. Acara dipandu oleh Wakil Rektor Akademik ITI Dr. Tris Dewi Indraswati.

Adapun total peserta yang hadir dalam acara ini seluruhnya berjumlah lebih dari 60 orang. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Prodi Teknik Elektro ITI, ITI’s IEEE Student Branch dan IEEE CASS Indonesia Chapter.

Catatan:
Reportase ini dibuat oleh Novy Hapsary, ST, M.Sc
(Ketua Prodi Teknik Elektro ITI)

 

Foto-foto acara:

 

Chua-Chin Wang of Sun Yat Sen National University Taiwan at ITI Campus Indonesia

 

Participants of IEEE Distinguished Lecturer Program 2020 at ITI Serpong Indonesia

 

Peserta Distinguished Lecturer Program di Kampus ITI Serpong-February 2020

 

Participants Lecturer of IEEE Distinguished Lecturer Program 2020 at ITI Serpong Indonesia

Tinggalkan Balasan