apa_itu_teknik_mesin
10 Jun 2020

Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Jurusan Teknik Mesin

Beritahu teman

>>>
Supaya mengenal lebih dekat dengan Teknik Mesin, berikut pengertian dari Teknik Mesin. Teknik Mesin adalah suatu disiplin ilmu teknik yang menggabungkan fisika teknik dan prinsip-prinsip matematika dengan ilmu material (bahan) untuk mendesain, menganalisa, dan membuat serta mempertahankan sistem mekanis.

Teknik Mesin merupakan salah satu bidang ilmu teknik yang paling tua di dunia. Beberapa bidang ilmu yang menjadi inti dari Teknik Mesin adalah mekanika, dinamika, termodinamika, ilmu material, analisa struktur, dan kelistrikan. Di samping itu, ada sejumlah alat bantu (tool) yang dipergunakan di bidang Teknik Mesin ini, antara lain CAD (computer-aided design) dan CAM (computer-aided manufacturing).

Ada juga tool yang disebut manajemen siklus produk (product lifecycle management) untuk mendesain dan menganalisa pabrik (manufacturing plants), peralatan dan mesin industri, sistem pemanasan dan pendinginan, sistem transpor, pesawat, kapal laut, robotika, peralatan kesehatan, persenjataan dan lainnya. Ini adalah cabang ilmu teknik yang menangani desain, produksi dan pengoperasian mesin-mesin.

 

1. Mata Kuliah Yang Diajarkan Di Jurusan Teknik Mesin

 

Merujuk kepada kurikulum Prodi Teknik Mesin Institut Teknologi Indonesia, di Tangerang Selatan, di bawah ini adalah beberapa mata kuliah yang wajib ataupun pilihan yang diberikan kepada mahasiswa sejak Semester ke-1 sampai dengan Semester ke-8:

 

– Kalkulus
– Fisika Dasar
– Kimia Dasar
– Menggambar Teknik
– Menggambar Mesin Berbasis Komputer
– Statika Struktur
– Material Teknik
– Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L)
– Matematika Teknik
– Metalurgi Fisik
– Teknik Tenaga Listrik
– Kinematika
– Mekanika Kekuatan Material
– Mekanika Fluida
– Termodinamika Dasar
– Otomatisasi dan Sistem Servo
– Praktikum Rekayasa Material
– Simulasi Numerik
– Proses Produksi
– Mekatronika
– Elemen Mesin
– Dinamika Teknik
– Termodinamika Teknik
– Praktikum Proses Produksi
– Statistik
– Perpindahan Panas
– Pengukuran Teknik
– Metodologi Penelitian
– Motor Bakar Torak
– Praktikum Fenomena Dasar Mesin
– Kewirausahaan Berbasis Teknologi
– Korosi dan Pencegahannya
– Mesin Konversi Energi
– Perancangan Elemen Mesin
– Praktikum Prestasi Mesin
– Perawatan Mesin
– Getaran Mekanis
– Teknik Lingkungan
– Kerja Praktek
– Teknik Pengaturan
– Pengukuran Teknik
– Konstruksi Mesin
– Perancangan Konstruksi Mesin
– Teknologi Pembentukan
– Alat Pengangkat
– Pneumatik dan Hidraulik
– Elemen Hingga
– Fatigue
– Teknologi Pengelasan
– CNC
– Sistem Produksi
– Non Destructive Inspection
– Teknik Pendingin
– Ketel Uap
– Turbin Gas
– Pompa dan Kompresor

 

2. Jurusan / Program Studi Teknik Mesin di Institut Teknologi Indonesia

 

Prodi Teknik Mesin di kampus yang dikenal pula dengan singkatan ITI ini telah memiliki akreditasi B dari BAN PT. Prodi ini telah menelurkan ratusan bahkan hingga seribuan sarjana atau tenaga ahli di bidang teknik mesin.

Lulusannya didesain untuk memperoleh pengakuan nasional maupun internasional, bisa memberikan solusi bagi permasalahan yang ada di industri. Serta diharapkan juga berkontribusi dalam membangun bangsa yang mandiri di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Agar tujuan tersebut dapat tercapai, dalam pelaksanaan pengajarannya Prodi Teknik Mesin dipersenjatai dengan kurikulum berbasis KKNI yang mempunyai 5 capaian pembelajaran (learning outcomes).

Visi yang ingin dicapai oleh Prodi Teknik Mesin adalah menjadi lembaga pendidikan yang unggul dalam penguasaan & pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi bidang teknik mesin dengan memiliki kemampuan kreativitas, inovasi dan teknopreneur yang berdaya saing global.

Prodi Teknik Mesin digawangi oleh 11 orang dosen tetap ber-NIDN sejumlah sembilan orang & ber-NIDK sejumlah dua orang. Dosen-dosen Prodi Teknik Mesin berkualifikasi doktor / S3 sebanyak empat orang dan magister / S2 sebanyak tujuh orang. Jabatan akademik dosen-dosen terdiri dari Lektor Kepala berjumlah dua orang dan Lektor berjumlah 5 orang serta asisten ahli berjumlah 4 orang.

Pilihan peminatan yang bisa diambil oleh mahasiswa Prodi Teknik Mesin ada 3, yakni Mesin Konstruksi, Mesin Konversi Energi serta Manufaktur. Jumlah SKS keseluruhan yang musti diambil oleh mahasiswa sampai dengan tahun kelulusannya mencapai 144 SKS.

Beberapa prestasi yang pernah diperoleh para mahasiswanya yakni: mendapatkan hibah PKM, PHBD, Teknologi Tepat Guna serta prestasi-prestasi lainnya. Para alumni Teknik Mesin ITI memiliki organisasi para alumni yang dikenal dengan nama IAM-ITI (Ikatan Alumni Mesin Institut Teknologi Indonesia). Jumlah seluruh alumni yang berkumpul di sini adalah mulai dari angkatan 1984 sampai dengan 2013 atau kurang lebih 920 alumni.

 

3. Prospek Kerja Lulusan Jurusan Teknik Mesin

 

Kalian yang memiliki minat untuk berkarir di bidang Teknik Mesin, dapat mempertimbangkan untuk menjadi tenaga ahli di sejumlah perusahaan konsultan swasta atau BUMN (seperti PT Surveyor Indonesia), perusahaan kontraktor swasta atau BUMN (seperti PT Pembangunan Perumahan), atau bahkan membangun bisnis sendiri sebagai entrepreneur, misalkan menjadi suppplier alat-alat mesin atau sebagai konsultan di bidang M/E (mekanikal dan elektrikal).

Sebagai alternatif lainnya, kamu bisa juga meniti karir sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) di sejumlah kementerian seperti Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Perindustrian dan lain-lainnya. Atau bisa juga di banyak lembaga pemerintah lainnya seperti PT PLN, PT Krakatau Steel, Puspiptek (Pusat Penelitian Ilmu Penegtahuan dan Teknologi) dan BATAN (Badan Tenaga Nuklir).

Silakan diputar video di bawah ini yang menceriterakan profesi seorang insinyur Teknik Mesin. Video ini diambil dari Carnegie Mellon University channel sekedar untuk memberikan gambaran dan perbandingan mengenai Teknik Mesin di luar negeri yang telah memanfaatkan penggunaan AI / artificial intelligence / kecerdasan buatan serta machine learning dalam kurikulum Teknik Mesin:

 

 

Di bawah ini adalah transkrip yang telah diedit dari video tersebut:

 

Artificial intelligence and machine learning are really ubiquitous and exciting technologies, and I really view them as another really important tool for mechanical engineers. Because, what’s the role of the mechanical engineer?

We build the physical devices that you interact with, whether or not it’s a car, it’s your Nest thermostat, it’s a medical device that your surgeon’s using. And what artificial intelligence is going to let mechanical engineers do is to take it to the next level to develop a better device, to better understand that physical phenomenon.

And mechanical engineers, since we’re the physical connection: we design the products that we all interact with, we play just a central role in sort of translating that technology to make the world a better place. Every student should take a course in AI and machine learning, be they undergraduate or graduate. And this is certainly true across engineering.

AI and machine learning is a new tool that is not going away, and it is going to help inform engineers how to do their job better. And it’s going to be something that they need to understand because many of the tools they use will be embedded with these methods and these techniques.

So being at Carnegie Mellon, we have a lot of expertise in machine learning and artificial intelligence. And so we’re starting to look at how we can leverage that strength for fuel cells. And so, myself and Professor Burak Kara and Professor Amir Farimani in mechanical engineering: we’re looking at how to use machine learning to both improve materials design, and improve the operational control of the fuel cells and the vehicles, and improve both their performance and their durability.

Our lab at CMU is focusing on using machine learning for molecular discovery, which is a pretty difficult problem because creating a functional mapping between the material geometry and topology and chemistry and basically the properties is a very difficult task.

We don’t have mathematical or physical models for those. So to that end, what we do is that we train on multiple data that are generated either via simulations or via experiments. And then we make a predictive model that, if you give me this molecule or material, what will be its properties? So we are using deep neural networks or graph convolutional neural networks in order to be able to model this functional mapping.

At Carnegie Mellon University we’re able to develop explainable, reliable, and verifiable AI products by bridging mathematics and innovation. My current projects focus on autonomous vehicles and smart cities. In the future, I hope to translate the safe AI technologies we are developing to other fields.

It’s imperative that we teach our next generation of students to really learn how to leverage the data that’s acquired from these sensing systems that are really at the heart of artificial intelligence. And this is exactly why mechanical engineering and artificial intelligence go hand-in-hand: because the systems that we will be creating in the 21st century are a blend of these.

We want our students to be able to be leaders and at the cutting edge of technology. And so they need to understand these methods as they move forward, so that they can understand how to apply them in practice.

In mechanical engineering we’re infusing concepts of artificial intelligence and machine learning across our curriculum, both our undergraduate and graduate curriculum. And we’re doing this because 21st century mechanical engineers need these additional tools in their toolkit that we need to make sure all Carnegie Mellon graduates are experts in.

 

Sumber:
1. https://en.wikipedia.org/wiki/Mechanical_engineering
2. https://mesin.iti.ac.id
3. College of Engineering, Carnegie Mellon University Channel di Youtube

Tinggalkan Balasan