kaitan_rd_riset_dan_inovasi_perusahaan
19 Agu 2021

Mengenal Inovasi pada Perusahaan

Beritahu teman

>>>
R&D (Riset & Pengembangan) serta inovasi telah terbukti menjadi faktor penting suksesnya memenangi persaingan dan berpengaruh terhadap pertumbuhan bisnis suatu perusahaan. Pada tulisan yang telah diedit oleh admin ini akan sedikit dibahas mengenai inovasi dan kaitannya dengan Riset & Pengembangan berdasarkan laporan/makalah berjudul R&D dan Inovasi pada Perusahaan Sektor Manufaktur Indonesia*)

 

Definisi Inovasi

 

Keunggulan bersaing dapat diperoleh suatu perusahaan salah satunya adalah melalui inovasi (Barney, 1991). Arti penting inovasi telah disadari oleh seorang ekonom bernama Joseph Schumpeter. Dia sering dianggap sebagai ekonom pertama yang telah memperhatikan hal tersebut.

Inovasi sendiri memiliki beragam definisi. Menurut Schumpeter, inovasi dapat dibagi ke dalam 5 jenis (OECD, 1997), yaitu:
– pengenalan produk baru atau perubahan kualitatif pada produk yang telah ada,
– inovasi proses baru dari suatu industri,
– membuka pasar baru,
– pengembangan sumber baru bahan baku atau input baru lainnya,
– perubahan organisasi industri.

Pada tingkatan perusahaan, inovasi bisa didefinisikan sebagai diterapkannya ide-ide baru atas produk, proses, dan aktivitas perusahaan lainnya (Dodgson & Rothwell, 1994). Adapun Business Council of Australia (1993) mendefinisikannya sebagai sesuatu yang baru atau diperbaharui secara signifikan, yang dilakukan oleh perusahaan untuk menciptakan nilai tambah baik secara langsung bagi perusahaan maupun tidak langsung terhadap pelanggannya.

Secara umum, sesuatu dapat dianggap sebagai inovasi apabila telah diterapkan atau dikomersialisasikan. Penciptaan pengetahuan yang abstrak atau invensi produk atau proses baru pada umumnya dianggap sebagai inovasi minimal apabila telah diterapkan pada aktivitas perusahaan.

Oleh karenanya, hal ini terkait dengan berbagai kemampuan belajar dari individu-individu pelaku inovasi, yang terkadang tidak menyadari aspek komersial dari invensi yang ditemukannya. Hal tersebut menyebabkan inovasi hanya dinilai pada level perusahaan, bukan oleh individu yang menemukannya sehingga terkadang invensi yang dilakukan individu tidak dinilai sebagai inovasi.

Namun demikian, invensi tersebut dapat juga dimasukkan sebagai inovasi, tentunya dengan perhitungan yang tepat. Hanya saja memang sulit untuk dinilai secara komersial dengan nilai uang tertentu, melainkan menjadi suatu nilai tambah tidak langsung, yakni tidak terhitung dengan nilai uang dalam perusahaan, namun menjadi salah satu sumber keunggulan bersaing perusahaan.

 

Jenis-jenis Inovasi

 

Selain adanya beberapa definisi yang berbeda mengenai inovasi, dikenal juga 2 jenis inovasi, yakni inovasi inkremental dan radikal. Inovasi inkremental ditemui dalam organisasi yang mengarah pada perbaikan-perbaikan kecil dalam produk atau proses secara terus menerus. Jha et al., (1996) mendefinisikannya sebagai continuous improvement yakni serangkaian aktivitas yang membentuk proses yang diarahkan untuk mencapai perbaikan performansi.

Dalam bidang manufaktur, aktivitas tersebut terutama melibatkan simplifikasi proses produksi, terutama melalui eliminasi waste. Di lain pihak, inovasi radikal lebih bersifat jangka panjang dan strategis, serta bertujuan untuk mengubah kapabilitas kunci dari perusahaan guna menciptakan paradigma baru. Semua organisasi membutuhkan kedua jenis inovasi ini.

Selain 2 macam inovasi di atas, OECD ― Oslo Manual turut mengelompokkan inovasi atas dasar kebaruan perubahan dalam teknologi produksi. Sehingga inovasi pun bisa terbagi ke dalam 4 kategori (Bell, 2009):

a. Inovasi yang bersifat new to the world. Inovasi ini ketika perusahaan pertama kali mengenalkan inovasi bagi semua pasar dan industri, baik dalam negeri maupun internasional.

b. Inovasi yang bersifat new to the market. Inovasi ini muncul ketika perusahaan pertama kali memperkenalkan inovasi tersebut pada pasar tertentu.

c. Inovasi yang bersifat new to the firm. Inovasi ini ketika muncul perusahaan memperkenalkan produk, proses, atau metode baru yang bersifat baru bagi perusahaan atau diperbaharui secara signifikan oleh perusahaan, walaupun inovasi tersebut telah diterapkan oleh perusahaan lainnya.

d. Non-Innovations. Kategori ini mencakup hal lain yang terkait dengan pembelian model peralatan atau teknologi yang ada lainnya.

 

Kaitan antara R&D dan Inovasi

 

Hingga saat ini masih diperdebatkan apakah R&D / Riset dan Pengembangan dapat berperan penting dalam mendorong munculnya inovasi atau tidak. Sejumlah penelitian telah dilakukan yang mengerucut pada sedikitnya 2 kesimpulan berbeda, yakni antara yang mendorong dan tidak.

Suatu penelitian mengatakan bahwa meskipun telah dilakukan proses R&D namun tidak dijumpai munculnya inovasi (Gonzales & Pazo, 2004; Cohen & Klepper, 1992). Di lain sisi, terdapat penelitian yang menemukan dampak sebaliknya (Cre´pon et al., 1998; Klaassen et al., 2005). Yang menarik, ada satu penelitian oleh Arundel et al. (2008) menemukan bahwa ada perusahaan yang tidak melakukan R&D namun berhasil melakukan inovasi.

Demikianlah tulisan singkat mengenai inovasi perusahaan. Semoga dapat memberi manfaat bagi para pembaca.

 

*) R&D dan Inovasi pada Perusahaan Sektor Manufaktur Indonesia ditulis oleh Jeremi Marco M. Penulis adalah mahasiswa aktif Teknik Elektro ITI.

 

Tinggalkan Balasan