logo-merdeka-belajar-kampus-merdeka-prodi-teknik-elektro-ITI
06 Jan 2021

Mengenal Apa Itu Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka

Beritahu teman

>>>
Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) telah diluncurkan oleh Nadiem Anwar Makarim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020 lalu dalam rangka menyiapkan lulusan pendidikan tinggi yang tangguh dalam menghadapi perubahan.

Baik perubahan sosial, budaya, dunia kerja, dan teknologi yang semakin cepat di era Revolusi Industri 4.0, seperti yang tercantum dalam aturan mengenai Program MBKM dalam Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi Pasal 18.

Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa mahasiswa program sarjana diperbolehkan untuk memilih pembelajaran maksimal 3 semester di luar program studinya.

 

Sekilas mengenai Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM)

Lewat Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM), mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk 1 (satu) semester (setara dengan 20 SKS) menempuh pembelajaran di luar program studi pada perguruan tinggi yang sama; dan paling lama 2 semester atau setara dengan 40 SKS menempuh pembelajaran pada program studi yang sama di perguruan tinggi yang berbeda, pembelajaran pada program studi yang berbeda di perguruan tinggi yang berbeda; dan/atau pembelajaran di luar perguruan tingginya.

 

Rapat Penyusunan Laporan Hibah
Rapat Penyusunan Laporan Hibah

 

Saat ini program MBKM tersebut telah mulai diterapkan oleh sejumlah perguruan tinggi. Namun untuk dapat menerapkan kebijakan ini, perguruan tinggi harus mempersiapkan diri agar dapat menjalankan program ini sesuai dengan karakteristik perguruan tinggi dan sumberdaya yang dimiliki.

Perguruan tinggi harus menentukan kebijakan yang menjadi panduan bagi program studi yang dinaunginya, termasuk di antaranya mengenai dukungan terhadap pembelajaran lintas prodi dan alokasi penggunaan dana, serta menjamin mutu lulusan tidak akan menurun dengan menjalankan program ini.

 

FGD dengan Freddie Maturbongs Alumni ITI
FGD dengan Ir. Freddie Maturbongs (Ketua Ikatan Alumni Elektro / Pengusaha)

 

Pimpinan perguruan tinggi juga dapat mencarikan mitra yang sesuai untuk seluruh prodi yang ada. Sementara itu, program studi harus menyelaraskan kurikulumnya agar memungkinkan mahasiswa secara mandiri dapat memilih 3 semester belajar lintas prodi dan/atau luar perguruan tinggi.

Prodi juga harus melakukan penjaminan mutu bahwa lulusan yang dihasilkan tetap memperoleh capaian pembelajaran yang telah ditentukan. Prodi perlu melakukan kolaborasi dan kerjasama dengan mitra untuk melaksanakan Bentuk Kegiatan Pembelajaran (BKP) dalam Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) agar mendukung pemerolehan capaian pembelajaran yang diinginkan.

 

FGD dengan BPPT
FGD dengan Dr. Ir. M Mustofa Sarinanto (Peneliti BPPT)

 

Harapan dari pelaksanaan Program MBKM ini, selain output mahasiswa yang berkompeten dan berkarakter, juga beradab, jujur, berani, cerdas, mandiri, serta siap terjun ke masyarakat atau dunia kerja / industri.

 

Persiapan Program MBKM di Prodi Teknik Elektro ITI

Pada bulan September tahun 2020 yang lalu Prodi Teknik Elektro ITI mendapatkan Hibah Program Studi Menerapkan Kerjasama Kurikulum Merdeka Belajar – Kampus Merdeka dari Ditjen Dikti, Kemdikbud RI senilai hampir 60 juta rupiah. Proposal kegiatan yang saat itu diajukan berjudul Penyelarasan Kurikulum Berbasis KKNI Prodi Teknik Elektro untuk Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar.

 

Monev Internal dengan Bu Suning
Monev Internal dengan Dr. Suning (UGM) dan Pak Pradipta (Belmawa Dikti)

 

Dalam rangka menerapkan kebijakan MBKM, Prodi Teknik Elektro – Institut Teknologi Indonesia melakukan penyelarasan kurikulum secara lebih terstruktur dan sistematis agar dapat bersifat adaptif dan fleksibel, serta tanggap terhadap perubahan yang semakin cepat. Program yang telah dijalankan dan capaiannya terdiri atas:

1) Penyelarasan kurikulum melalui pendalaman aturan mengenai Hak Belajar Mahasiswa maksimal 3 semester di luar Prodi, melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum MBKM sebanyak 9 kali, mengevaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) 2016, menentukan 5 BKP yang dapat difasilitasi oleh Prodi yaitu Program Magang/Praktik Kerja, Pertukaran Pelajar, Penelitian/Riset, Kegiatan Wirausaha, dan Studi/Proyek Independen, dan telah dibuatkan peta kurikulum untuk jalur pembelajaran yang dapat mengakomodasi BKP yang sudah ditentukan sebelumnya;

2) Penyusunan dokumen kurikulum lengkap dengan melakukan identifikasi memenuhi standar Pendidikan yang ditetapkan oleh Institut dan mendokumentasikan seluruh proses penyelarasan kurikulum berbasis KKNI ke Kurikulum MBKM;

3) Penyusunan mekanisme sistem penjaminan mutu untuk tingkat Prodi dan usulan aturan penjaminan mutu untuk tingkat Institut melalui penyelenggaraan Workshop untuk Asesor Gugus Kendali Mutu Tingkat Prodi;

4) Penjalinan Kerjasama dengan Mitra dengan berbagai model kerjasama sesuai BKP yang dipilih.

 

Manfaat Hibah Prodi Menerapkan Kurikulum MBKM

Program penerapan kerjasama kurikulum MBKM ini memberikan banyak pengalaman baik di Prodi Teknik Elektro, antara lain:

1) Mendapatkan berbagai masukan dari banyak narasumber;
2) Mendorong untuk merintis kerjasama ke pihak yang lebih luas dengan tujuan dan capaian yang lebih jelas;
3) Mendapatkan banyak masukan yang berharga dalam pengembangan kurikulum MBKM dalam berbagai Sharing Session;
4) Mendapatkan pendanaan yang memadai untuk melakukan pengembangan kurikulum dengan mengundang narasumber dari berbagai stakeholders;
5) Dapat melaksanakan kegiatan pengembangan penjaminan mutu Prodi yang menunjang pelaksanaan kurikulum nantinya;
6) Dapat melakukan dokumentasi dan pengembangan dokumentasi yang lebih lengkap;
7) Pengembangan Kurikulum dapat dilakukan dengan lebih komprehensif;
8) Pengembangan sistem penjaminan mutu tingkat prodi menjadi lebih baik dan proses PPEPP dapat dilaksanakan dengan sebagaimana mestinya.

Tinggalkan Balasan