Info Prodi
Jumat, 02 Jun 2023
  • Teknik Elektro Institut Teknologi Indonesia terakreditasi B oleh BAN PT. Lokasi kampus di dekat BSD, Tangerang Selatan, Banten. Teknik Elektro ITI berada di bawah LLDIKTI III Jakarta.
24 Februari 2023

Berapa Banyak Membaca Shalawat dan Kapan Waktu-waktu Membaca Shalawat?

Jumat, 24 Februari 2023 Kategori : Hikmah

Dalam sehari, berapa banyak kita dianjurkan membaca shalawat nabi? Adakah waktu-waktu tertentu yang tepat atau dianjurkan berdasarkan syariat untuk membaca sholawat nabi?

Tulisan berikut ini akan mecoba menjawabnya berdasarkan uraian Ustadz Qamaruddin SF yang ada di pembukaan buku Karunia Bershalawat, yaitu terjemahan kitab Afdhal ash-Shalawaat ‘ala Sayyid as-Saadaat karya Syekh Yusuf ibn Ismail an-Nabhani.

Berapa Banyak Membaca Shalawat Sehari Semalam?

Menurut Imam Sya’rani dalam kitab Kasyf al-Ghummah,

Sebagian ulama mengatakan bahwa hitungan terbanyak membaca shalawat nabi adalah 700x setiap hari dan 700x setiap malam. Namun ada juga yang mengatakan 350x setiap hari dan 750x setiap malam.”

Waktu-waktu yang Tepat Membaca Shalawat

Pada dasarnya shalawat nabi dapat dibaca kapan saja. Namun ada sejumlah waktu tertentu yang disebutkan dalam hadis-hadis sebagai berikut:

  1. Ketika disebut nama nabi SAW
    Orang yang kikir adalah orang yang tidak mau bershalawat kepadaku ketika orang menyebut namaku di sisinya.” (HR Ahmad)
  1. Saat masuk dan keluar dari masjid
    Ketika masuk masjid, ucapkanlah salam kepadaku. Setelah itu hendaklah ia membaca ‘Allahummaftahli abwaba rahmatika’ (Wahai Tuhanku, bukakanlah segala pintu rahmat-Mu bagiku). Dan apabila ia hendak keluar, hendaklah ia membaca (sesudah bershalawat) ‘Allahumma inni asaluka min fadhlika’ (Wahai Tuhanku, aku memohon kepada-Mu limpahan rahmat-Mu).” (HR Abu Dawud)
  1. Sesudah membaca tasyahud di dalam tasyahud akhir.
    Dalam shalat wajib maupun shalat sunah, shalawat nabi dibaca sesudah membaca tasyahud dalam tasyahud akhir.
  1. Di dalam sholat jenazah
    Shalawat nabi dibaca sesudah takbir kedua dalam shalat jenazah.
  1. Di antara takbir-takbir sholat hari raya
    Para ulama berpendapat bahwa di antara takbir-takbir shalat hari raya dianjurkan membaca,
    SubhanallaHu walhamdulillaHi walaa ilaaHa illallaH wa AllaHu akbar. AllaHumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad. AllaHummaghfirli warhamni.”
  1. Di awal dan akhir doa
    Doa itu berhenti antara langit dan bumi, tidak naik sedikitpun hingga engkau bershalawat kepada nabimu.” (HR At-Tirmidzi)
  1. Saat memulai urusan penting dan berharga
    Tiap urusan penting dan berharga yang tidak dimulai dengan hamdalah dan shalawat, maka urusan itu hilang berkahnya.” (HR al-Rahawi)
  1. Di akhir qunut
    Berdasarkan hadis riwayat An-Nasai bahwa kita dianjurkan membaca shalawat di akhir qunut.
  1. Di dalam khutbah
    Para khatib wajib membaca sholawat nabi setelah membaca tahmid di dalam khutbah mereka (menurut mazhab Syafii).
  1. Saat ziarah ke kubur nabi SAW
    Tak seorang pun di antara kamu yang memberikan salam kepadaku, yakni di sisi kuburku, melainkan Allah akan mengembalikan ruhku kepadaku untuk menjawab salamnya itu.” (HR Abu Dawud)
  1. Saat telinga mendenging
    Apabila telinga salah seorang kalian mendenging, maka hendaklah ia ingat dan membaca shalawat kepadaku.” (HR Ibnu Al-Suni)
  1. Tiap kali mengadakan majelis
    Tidak duduk suatu kaum dalam suatu majelis, sedangkan mereka tidak berzikir dan tidak bershalawat maka menderita kekuranganlah mereka. Maka jika Allah menghendaki Allah akan mengazab mereka, dan jika Allah menghendaki niscaya Allah akan mengampuni mereka.” (HR At-Tirmidzi dan Abu Dawud)
  1. Saat mengalami kesusahan/kegundahan
    Diberitakan oleh Ubay bin Ka’ab ra bahwa seorang laki-laki bertanya kepada rasulullah SAW, “Ya rasulullah, bagaimana pendapatmu sekiranya saya jadikan shalawat saya untuk engkau semuanya? Beliau menjawab, “Kalau demikian, Allah akan memeliharamu dari segala yang membimbangkanmu, baik mengenai duniamu atau akhiratmu.” (HR Ahmad)
  1. Tiap pagi dan petang
    Barangsiapa bershalawat kepadaku pada waktu pagi sepuluh kali dan pada waktu petang sepuluh kali maka ia akan mendapat syafaatku di hari kiamat.” (HR al-Thabari)
  1. Ketika berjumpa sahabat/saudara/handai tolan
    Tidak ada dua orang hamba yang berkasih-kasihan karena Allah, apabila berjumpa satu sama lain berjabatan tangan dan bershalawat kepada nabi SAW, melainkan Allah akan mengampuni dosanya sebelum mereka berpisah, baik yang telah lalu maupun yang akan datang.” (HR Ibn Al-Sunni)
  1. Tiap malam/hari Jumat
    Perbanyaklah membaca shalawat pada malam Jumat dan siangnya, karena shalawat tersebut dikemukakan kepadaku.” (HR At-Thabrani)
  1. Saat azan
    Apabila kamu mendengar muazin melantunkan azan, sambutlah ucapannya. Sesudah selesai menyambut azan, maka bershalawatlah untukku.” (HR Muslim)

Penutup

Demikianlah pembahasan singkat mengenai topik berapa banyak sholawat dibaca sehari semalam dan waktu-waktu yang dianjurkan membacanya. Semoga bermanfaat bagi para pembaca semua.

Sumber:
Syekh Yusuf ibn Ismail an-Nabhani. Karunia Bershalawat. Penerbit Zaman & Qamaruddin SF. Jakarta, 2011.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar