Quote Kekuatan Pikiran dalam Meraih Kesuksesan
06 Okt 2021

Belajar Menghadapi Perundungan (Bullying) dan Meraih Kesuksesan sebagai Dokter Ahli Bedah Syaraf Terbaik Dunia: Kisah dr. Benjamin Carson

Beritahu teman

>>>
Satu perkataan yang paling diingat dr. Benjamin Carson adalah, “Engkau memiliki seluruh dunia di otakmu.” Itu adalah ucapan sang ibu tercinta kepadanya, seseorang yang menjadi faktor terpenting kesuksesan karirnya sebagai dokter ahli bedah syaraf dari Amerika Serikat. Kekuatan pikiran dan cinta tulus sang ibu pada akhirnya membantu Ben Carson mewujudkan impiannya.

Pada tahun 1987, dr Ben berhasil melakukan operasi pemisahan kembar siam dari Jerman yang membuatnya terkenal ke seluruh dunia. Awalnya, orang tua si bayi kembar siam itu meminta kepada Ben untuk menyelamatkan kedua anak kembar siamnya dan tidak memilih salah satunya. Tentunya Ben tidak langsung menyanggupi. Dalam masa-masa mengambil keputusan besarnya itulah, ia teringat kembali masa kecilnya dahulu.

Ben kecil termasuk anak paling bodoh di kelas sewaktu menempuh sekolah dasar. Ia sering mengalami perundungan, alias di-bully teman-temannya. Ia tidak bisa mengeja kata dengan jelas disebabkan matanya kurang jelas melihat. Setelah ibunya tahu hal ini, Ben kecil dibelikannya kacamata.

Meski anaknya terlihat ketinggalan dari teman-temannya, ibunya tetap bersikap suportif terhadapnya. Ia mengatakan kepada Ben kecil bahwa ia bukan anak yang bodoh. Ibunya sendiri sebenarnya tidak dapat membaca. Sejak kecil sang ibu tinggal di panti asuhan dan menikah pada usia 13 tahun. Pernikahan yang diharapkannya bisa menjadi tiket keluar dari hidup di panti asuhan. Namun harapan indah ini tidak bertahan lama, karena akhirnya ayah si Ben ini meninggalkannya.

Sebelum lanjut membaca, ada info buat kalian, nih. Ada lho film Hollywood yang diangkat dari kisah hidup dr. Ben. Penasaran? Coba deh tonton video berikut yang merupakan review film “Gifted Hands“. Film ini mengangkat kisah hidup dr. Ben dari kecil hingga menjadi terkenal sebagai dokter ahli bedah syaraf dunia:

 

 

Baiklah, kita kembali ke Ben. Nilai Ben ternyata perlahan bisa membaik dan mendapat nilai A untuk pelajaran perkalian. Ben dan kakaknya lalu ditugaskan ibunya membaca dua buku dari perpustakaan setiap minggu dan menyerahkan laporan tertulis hasil bacaan mereka kepadanya. Karena pengetahuannya semakin bertambah karena seringnya membaca, di kelas 8 Ben akhirnya berhasil menjadi siswa terbaik.

Setelah lulus dari SMA, pada tahun 1969 Ben mendapat beasiswa dari Yale University jurusan kedokteran. Singkat cerita, lalu pada tahun 1976 Ben diterima bekerja di Johns Hopkins Hospital sebagai residen. Dari sinilah karirnya mulai menanjak hingga pada akhirnya dikenal sebagai ahli bedah syaraf terbaik di dunia.

Jika kalian suka dengan kisah-kisah nyata seperti ini, silakan cek di web ini kisah dari Joy Mangano si penemu Miracle Mop, William Kamkwamba si Penambang Angin dan Arunachalam Muruganantham atau The Padman. Masing-masing berhasil mewujudkan mimpi-mimpi mereka setelah melalui perjuangan yang tak kenal lelah. Happy reading!

 

Sumber video:
Asiri Film Channel di Youtube

Tinggalkan Balasan