Info Prodi
Rabu, 26 Jun 2024
  • 2 dari 8 Alasan Anak SMK & MAK Perlu Lanjut Kuliah di Prodi Teknik Elektro ITI: 1) Nggak perlu hebat dulu untuk bisa kuliah di sini, 2) Biaya kuliah bisa nyicil per bulan (bunga 0%).
1 Februari 2024

7 Dampak Negatif AI di Bidang Bisnis dan Industri

Kamis, 1 Februari 2024 Kategori : Artikel Ilmiah

Pada artikel ini akan ditelaah dampak negatif AI (Artificial Intelligence) di bidang bisnis dan industri. AI atau Kecerdasan buatan memang telah merevolusi banyak aspek dalam hidup kita, mulai dari mobil otonom hingga asisten virtual. Namun di balik kecanggihannya terdapat sisi gelap yang sering kali terabaikan

Dampak Negatif AI di Bidang Bisnis dan Industri

1. Salah satu dampak negatif terbesar dari AI adalah potensi terjadinya pelanggaran data. Hal ini seiring dengan kemajuan AI, di mana sistem ini membutuhkan data dalam jumlah besar untuk berfungsi secara efektif.

Data tersebut seringkali mencakup informasi pribadi yang bersifat sensitif. Jika jatuh ke tangan yang salah, dapat menyebabkan pencurian identitas, kerugian finansial, dan konsekuensi berbahaya lainnya.

2. Kekhawatiran lainnya adalah bias yang bisa saja tertanam dalam algoritma AI. Algoritma ini sering dilatih dengan data historis yang mencerminkan bias dan prasangka masyarakat, menyebabkan hasil yang diskriminatif.

Sebagai contoh, sistem AI yang digunakan untuk perekrutan karyawan dapat melakukan diskriminasi terhadap kategori demografi tertentu, seperti perempuan atau orang berkulit berwarna, berdasarkan pola perekrutan masa lalu.

3. Selain itu, AI memiliki potensi untuk menghilangkan banyak pekerjaan, terutama dalam industri yang sangat bergantung pada tenaga kerja manual.

Pada tahun 2030, diprediksi hingga 800 juta pekerjaan bisa digantikan oleh AI. Statistik mencengangkan ini hanya salah satu dari banyak cara AI mendisrupsi dunia kerja kita.

Dengan munculnya otomatisasi dan mesin berbasis AI, banyak pekerjaan berisiko digantikan oleh teknologi, yang akan menyebabkan banyak orang menganggur dan kesulitan menemukan peluang karir baru.

4. Namun, bukan hanya persoalan lapangan pekerjaan yang dipertaruhkan. Penggunaan AI dalam proses pengambilan keputusan telah menimbulkan kekhawatiran etika, terutama di bidang yang sensitif seperti kesehatan dan penegakan hukum.

Algoritma AI hanya akan menghasilkan keadilan seadil data yang digunakan untuk melatihnya, yang dapat menyebabkan hasil yang diskriminatif dan kurang pertanggungjawaban.

5. Kehadiran AI dapat merubah secara drastis struktur harga yang pastinya akan mempengaruhi model bisnis serta harga (pricing) suatu produk / jasa [1].

6. Dampak dari perkembangan AI dapat membuat perusahaan mesti mendefinisikan kembali penawaran nilai (value proposition) dari bisnis mereka. Beberapa hal yang perlu ditinjau antara lain: alasan eksistensi sebuah bisnis, target pelanggan, produk, penentuan posisi, harga, dan kegiatan dukungan pelanggan [1].

7. Kemunculan AI dapat membuat usang sebuah produk yang telah mapan

Dahulu kemunculan smartphone telah membuat usang kamera Kodak. Dan sekarang, kehadiran generative AI membuat perusahaan pembuat sofware harus berusaha keras untuk dapat bertahan.

Kemampuan pemrograman menjadi lebih mudah, bahkan bagi orang awam. Hanya dengan bahasa sehari-hari, sebuah produk aplikasi atau workflow dapat dibuat dengan teknologi natural language processing (NLP) tanpa harus menguasai suatu bahasa pemrograman.

Contoh Nyata Dampak Negatif AI

Bahaya kecerdasan buatan tidak hanya bersifat hipotetis; ada contoh nyata bisnis dan industri yang terpengaruh negatif oleh AI.

Pada tahun 2016, Microsoft meluncurkan chatbot bernama Tay di Twitter. Dalam waktu 16 jam, bot ini dimatikan karena tweet yang bersifat merusak dan menyinggung perasaan [2]. Insiden ini menunjukkan potensi AI untuk meniru dan memperkuat perilaku manusia yang merugikan jika tidak dikontrol dan dipantau dengan benar.

Contoh lainnya adalah penggunaan AI dalam sistem peradilan pidana. Studi telah menunjukkan bahwa algoritma AI yang digunakan untuk memprediksi tingkat residivisme sering menunjukkan bias rasial, mengakibatkan hukuman yang lebih berat bagi orang dengan kulit berwarna. Masalah ini merupakan ancaman serius terhadap keadilan dan integritas sistem peradilan.

Implikasi Etika Artificial Intelligence

Selain dari bahaya dan konsekuensi nyata, implikasi etis AI tidak dapat diabaikan. Saat AI semakin meresap dalam kehidupan sehari-hari kita, ia memiliki potensi untuk mempengaruhi nilai, keyakinan, dan norma sosial kita.

Sebagai contoh, pengembangan senjata otonom menimbulkan pertanyaan etika yang serius tentang penggunaan AI dalam perang dan potensi hilangnya kendali manusia. Selain itu, penggunaan AI dalam surveilans dan pelacakan menimbulkan kekhawatiran tentang privasi dan kebebasan pribadi.

Pentingnya Implementasi AI yang Bertanggung Jawab

Jelas bahwa AI dapat memiliki konsekuensi negatif jika tidak diimplementasikan secara bertanggung jawab. Oleh karena itu, sangat penting bagi bisnis dan industri untuk mengadopsi AI dengan penuh kehati-hatian.

Tanggung jawab ini dimulai dengan pengembangan dan pelatihan algoritma AI. Tentunya hal yang penting untuk mempertimbangkan perspektif yang beragam dan mengatasi potensi munculnya bias dalam data yang digunakan untuk melatih suatu algoritma.

Selain itu, pemantauan dan evaluasi rutin terhadap sistem AI diperlukan untuk mengidentifikasi dan menangani masalah yang mungkin timbul.

Selanjutnya, pertimbangan etika harus menjadi fokus utama implementasi AI. Perusahaan harus memprioritaskan kesejahteraan dan hak individu saat menggunakan teknologi AI. Di sisi lain, pemerintah harus menetapkan regulasi untuk memastikan penggunaan AI yang bertanggung jawab.

Referensi:
[1] https://hbr.org/2024/01/6-ways-ai-could-disrupt-your-business
[2] https://en.wikipedia.org/wiki/Tay_(chatbot)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar